oleh

Heboh Kasus Asusila, Desakan Musdalub KONI Minsel Menguat

Barometer.co.id-Amurang. Seiring pemberitaan asusila dan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menerpa James Arthur Kojongian, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Minsel diminta segera gelar Musyawarah daerah luar biasa (Musdalub). Desakan ini dilatari kejadian tersebut telah mengganggu jalannya organisasi. Termasuk menurunnya tingkat kepercayaan publik.

“Kami mendesak kepada KONI Sulut segera ambil tindakan memberhentikan James sebagai ketua KONI Minsel dan membetuk caretaker untuk melaksanakan Musdalub. Ini kami rasa sudah mendesak dilakukan demi menyelamatkan organisasi. Selain masih ada kasus hibah dan KONI dari Pemkab Minsel dan janji palsu pada atlit,” sebut Sampel Kasenda dari Wushu.

Permintaan agar pimpinan KONI diganti juga datang dari pemerhati olahraga Minsel. Mereka memintakan pergantian sudah menjadi keharusan bila ingin menyelamatkan dunia olahraga. Dengan adanya kepemimpinan yang cacat, tidak mungkin lagi terus dibiarkan memimpin.

“Kepengurusan sekarang sudah sulit berlanjut. Maka dari itu solusi paling tepat adalah dilakukan pergantian. Ini penting apalagi di tengah masa pendemi seperti sekarang diperlukan pimpinan yang memiliki karakter dan berinovasi serta berkorban bukannya ambil keuntungan dari organisasi,” pinta Ronny Durand.

Sedangkan Martin Ladasi yang juga dari pemerhati olahraga Minsel mengusulkan pengganti pimpinan KONI memiliki kepedulian terhadap olahraga. Barometernya pernah atau sementara menjadi pengurus Cabang olahraga yang aktif. Bila track record-nya baik dan siap berkorban maka layak dipilih.

“Ada sejumlah figur yang kami lihat mampu memimpin KONI Minsel. Salah satunya ada pada Franky Lelengboto yang saat ini ketua PTMSI Minsel. Beliau memiliki track record bagus selama memimpin PTMSI dengan banyaknya even serta pembinaan pada atlit. Apalagi dia sekarang juga anggota DPRD Minsel sehingga memiliki akses unuk memajukan KONI,” tandas Ladasi.(nov)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed