Barometer.co.id-Kudus. Dua Atlet Cabang Olahraga Pencak Silat berhasil menunjukkan permainan yang mengesankan saat bertanding di ajang PON Beladiri II yang berlangsung di Djarum Arena Kaliputu Kudus, Jawa Tengah, 17 s.d. 21 Oktober 2025.

Dari enam atlet yang diikutsertakan pada pelaksanaan iven hasil kolaborasi KONI Pusat dan Djarum Foundation Kudus, dua diantaranya adalah atlet Kabupaten Minahasa Selatan, yakni Noritz Rivaldo Montolalu Jehosua dan Samuel Stenli Mamusung serta pelatih Josua Sombang.

Menariknya saat dua pesilat berlaga di babak 16 besar mereka mendapatkan dukungan dari Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE, yang hadir khusus di arena PON Beladiri II Kudus guna mensuport para duta olahraga beladiri Sulut.

Gubernur Yulius Selvanus yang didampingi Ketua Umum KONI Sulut, Brigjen TNI Purn Jerry Waleleng bahkan menyebut Noritz Rivaldo Montolalu Jehosua sebagai petarung sejati, ketika pesilat yang dipersiapkan Kontingen Kabupaten Minahasa Selatan bertarung dan memenangi pertandingan.

Meski penampilan kedua pesilat Minsel di PON Beladiri II Kudus cukup menjanjikan, tapi kabarnya mereka tidak memiliki venue khusus untuk berlatih di Kabupaten Minsel. Menurut Pelatih Josua Sombang, pelaksanaan latihan cabor Pencak Silat jelang Porprov bahkan PON Beladiri hanya menggunakan lapangan tanpa adanya matras.

Kondisi tersebut sempat diinformasikan dan dikeluhkan Pelatih Josua Sombang kepada Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan, Brigjen TNI Purn Theodorus Kawatu SIP saat berkunjung dan melihat langsung perjuangan para atlet Sulut di PON Beladiri.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Bupati Theodorus Kawatu justru bertanya kepada pelatih Josua Sombang yang juga staf di Kantor Dispora Minahasa Selatan mengapa tidak menginformasikan soal fasilitas latihan kepada pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.

Sebagaia mantan Ketua Harian KONI Sulut tiga periode, Theodorus Kawatu sangat intens memperhatikan fasilitas latihan cabang olahraga. Jadi, kesempatan hadir di PON Beladiri Kudus tentu cukup memberikan harapan bagi cabor Pencak Silat untuk bisa memiliki fasilitas latihan.

Apalagi, ketika hadir di Kudus dan berbincang dengan Ketua Umum KONI Sulut, Jerry Waleleng serta jajaran pengurus KONI Sulut, Gubernur Yulius Selvanus sempat menyentil soal dana bagi hasil ke Kabupaten Kota se-Sulut yang diprioritaskan untuk pembangunan sarana olahraga, pariwisata dan kesehatan.

Menurut Gubernur Yulius Selvanus, dana bagi hasil dari provinsi kepada Kabupaten Kota diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulut melalui Gubernur untuk pembangunan sarana olahraga pariwisata dan kesehatan. Jadi, peluang cabor berprestasi di Minsel untuk mendapatkan sarana latihan cukup besar.(Denny)