Barometer.co.id-Manado. Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada periode Januari hingga Mei 2026 telah mencapai Rp759,91 miliar atau 54,85 persen dari target tahun ini.

“Hingga 31 Mei 2026 KUR yang telah disalurkan sebanyak Rp759,91 miliar atau sebesar 54,85 persen dari target Rp1,38 triliun,” kata Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kementerian Keuangan Sulut Wahyu Prihantoro di Manado, Senin.

Dia mengatakan KUR ini telah disalurkan kepada 11.101 debitur atau telah mencapai 165,20 persen dari target tahun 2026 hanya sebanyak 6.720 debitur.

Dari lima skema penyaluran KUR di Sulut, yang mendominasi yakni usaha mikro yakni sebesar Rp362,11 miliar kepada 9.445 debitur.

Skema mikro menjadi pilihan terbanyak dengan total jumlah debitur mencapai 9.445 debitur atau 85,08 persen dari jumlah debitur KUR.

Kemudian, usaha kecil sebesar Rp221,41 miliar kepada 776 debitur dan supermikro realisasinya sebesar Rp2,36 miliar kepada 259 debitur.

Daerah penyaluran KUR tertinggi di Kota Manado yakni sebanyak Rp179,89 miliar kepada 1.481 debitur dengan kontribusi sebesar 23,67 persen terhadap penyaluran di Sulut.

Sedangkan penyaluran terendah terdapat di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan hanya sebanyak Rp2,1 miliar kepada 14 debitur.

Sektor Perdagangan Besar dan Eceran menjadi kontributor terbesar yaitu 33,35 persen.

Penyalur terbesar terdapat pada Bank Rakyat Indonesia dengan kontribusi sebesar 59,52 persen terhadap total penyaluran KUR yakni sebesar Rp452,26 miliar yang menjangkau 9.143 debitur.(ANTARA)