Barometer.co.id-Jenewa. Hampir semua imigran yang memasuki Ceuta telah kembali ke Maroko, kata Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares yang turut meminta agar semua misinformasi dihentikan.

Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas sebelumnya menyatakan bahwa sekitar 60 ribu orang dari Maroko telah memasuki Ceuta dalam 24 jam terakhir. Jumlah tersebut menurut Juan Jesus Vivas, setara dengan 70 persen dari total populasi kota itu.

“Kunjungan dari Ceuta dan Melilla ke Spanyol daratan tidak mungkin dilakukan tanpa identifikasi pada pos pemeriksaan kepolisian,” kata Albares melalui media sosial X, Jumat (31/07/26).

“Integritas area Schengen dapat dijamin penuh. Hentikan semua misinformasi yang disengaja,” ucap dia, menegaskan.

Sebelumnya, kantor berita Spanyol EFE melaporkan bahwa ratusan imigran melintasi perbatasan keluar Ceuta ke Maroko, mengingat adanya kesepakatan repatriasi antara Spanyol dan Maroko.

Para imigran juga menyebut toko-toko, pasar swalayan, dan restoran di Ceuta banyak yang tutup, sehingga mereka tak dapat memenuhi kebutuhan dasar.

Garda Sipil Spanyol dan satuan Regulares No. 54 dari Angkatan Darat Spanyol dikerahkan di sepanjang kawasan pantai Tarajal untuk menghalangi masuknya imigran yang tiba dari laut.

Menurut otoritas Spanyol, sekurangnya 57 orang tewas dalam krisis migrasi di Ceuta.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyebut serbuan para imigran ke Ceuta sejak Kamis sebagai “serangan” dan “pelanggaran terhadap keutuhan wilayah Spanyol.”

Ia pun berjanji akan memulihkan situasi secepat mungkin.

Sebagai langkah penanganan, Sanchez akan mengerahkan 400 personel aparat penegak hukum tambahan ke Ceuta serta memerintahkan pemasangan pagar pembatas baru di sepanjang garis perbatasan.(ANTARA)