Manado-Ekspor ikan tuna dari Sulawesi Utara ke Jepang terus mengalami peningkatan sejak dibukanya direct call export atau penerbangan langsung ekspor dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado ke Tokyo, Jepang. Secara total dalam empat edisi sejak 23 September 2020, Ikan tuna yang diekspor ke Jepang sebanyak 27.813 kg.
General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggus E.T. Gandeguai mengatakan, pada edisi perdana tanggal 23 September 2020, ikan tuna yang diekspor melalui direct call ini sebanyak 5.620 kg. Jumlah tersebut meningkat menjadi 6.099 kg pada edisi kedua tanggal 30 September 2020. Jumlahnya kembali meningkat pada edisi ketiga tanggal 7 Oktober 2020 sebanyak 7.802 kg. Dan pada tangal 14 Oktober ikan tuna yang diekspor sebanyak 8.292 kg.
Baca juga: Direct Call Manado-Tokyo Angkut Komoditi dari Ambon, Makassar, Surabaya
“Jika melihat tren, setiap minggu mengalami kenaikan. Hal ini menandakan direct call disambut positif eksportir di Sulawesi Utara,” kata Minggus Sabtu (24/10/20).
Ikan tuna sendiri menurut Minggus bukan satu-satunya produk yang diekspor dari Sulut. Pada tanggal 7 Oktober, Sulut juga mengekspor bawang merah sebanyak 1.305 kg dan pada 14 Oktober sebanyak 6 kg. Selain itu, juga diekspor sample tanaman, termasuk bawang, sereh, lengkuas, rempah dan buah.(jm)

Berita terkini:
- Basarnas Hentikan Pencarian Dua Korban Banjir Bandang Pulau Siau
- Dubes RI Bantu UMKM Sulut Dapat Tembus Pasar China
- Immanuel Ebenezer: Ada Partai dan Ormas Terlibat Kasus Pemerasan K3
- DPR Fokus Bahas Revisi UU Pemilu dan Pastikan Presiden tak Dipilih MPR
- MK: Uji Materi Soal Ijazah Capres Wajib Autentikasi tak Dapat Diterima
