Barometer.co.id.Manado. PT. PLN UPDK Minahasa kembali memanfaatkan Fly Ash Bottom Ash (FABA) untuk membangun fasilitas umum. Kali ini, PLN membangun Win Store UKM Center di Rumah Alam, Manado. UKM Center inipun telah diresmikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw, Senin (27/06).

Manager PLN UPDK Minahasa, Andreas Arthur Napitupulu mengatakan, FABA yang digunakan untuk membangun UKM Center ini sebanyak 364 metrik ton. “Kami menggunakan FABA ini mulai dari pengerasan, lantai sampai dinding bangunan. Secara keseluruhan, bangunan ini kami bangun seluruhnya,” kata Andreas.

Dibangunnya UKM Center di Rumah Alam dengan menggunakan FABA menurut Andreas sangat strategis. Sebab bangunan ini juga sekaligus menjadi sarana untuk memperkenalkan FABA kepada masyarakat luas. “UKM Center yang dibangun menggunakan FABA ini menjadi sampling yang sangat bagus, karena Rumah Alam merupakan salah satu objek wisata di Kota Manado yang banyak dikunjungi,” tambahnya.

FABA merupakan limbah sisa pembakaran batubara, dan yang digunakan untuk membangun UKM Center ini berasal dari PLTU Amurang. Sebelumnya, FABA merupakan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).

Namun berdasarkan PP No. 22 tahun 2021 yang merupakan turunan dari UU No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, limbah FABA dari PLTU non Stocker tersebut telah dihapus (delisting) dari kategori limbah B3.

Hal tersebut disebabkan karena pembakaran batu bara pada boiler PLTU dilakukan pada temperature tinggi sehingga kandungan unburnt carbon di dalam FABA sangat minim dan lebih stabil saat disimpan.(jm)