Barometer.co.id-Manado. Pulau Nitu yang berada di Laut Sulawesi hanyalah sebuah pulau kecil tak berpenghuni dengan luas hanya sekitar 20 hektar. Namun di tengah luasnya laut Sulawesi, pulau yang berada di wilayah Desa Para Lelle, Kecamatan Tatoareng, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara ini tetap terjangkau dengan jaringan Telkomsel.

Pulau Nitu berada sekitar 120 mil laut sebelah utara Manado, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara. Satu-satunya moda transportasi dari Manado adalah kapal cepat dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Untuk sampai ke Pulau Nitu, harus melalui pelabuhan di Desa Para Lelle di Pulau Para yang jaraknya sekitar 1,5 KM. Baru kemudian melanjutkan dengan perahu ke Pulau Nitu.

Keberadaan jaringan Telkomsel di Pulau Nitu ini sangat terasa manfaatnya bagi mereka yang berkunjung ke sini. Apalagi Pulau Nitu kini tengah dikembangkan menjadi tujuan wisata, karena memiliki pantai pasir putih dan spot diving yang indah.

Swingly Manderes, seorang jurnalis dari Manado yang melakukan peliputan di Pulau Nitu, telah merasakan manfaat adanya jaringan Telkomsel di pulau tersebut. Pada 9-12 Juni 2025, ia melakukan peliputan di Pulau Para dan Pulau Nitu. Jika Pulau Nitu tidak berpenghuni, maka Pulau Para yang ukurannya lebih besar, dihuni oleh sekitar 900 jiwa penduduk Desa Para Lelle, berdasarkan data BPS Sangihe tahun 2023.

“Saat melakukan peliputan di sana, saya tinggal di rumah penduduk di Desa Para Lelle. Dan selama beberapa hari di sana, saya bersama beberapa rekan jurnalis dan juga dari Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Desa Para Lelle, dua kali pergi ke Pulau Nitu, yakni tanggal 10 dan 11 Juni 2025,” ujar Swingly saat menceritakan pengalamannya melakukan liputan di sana.

Dengan adanya jaringan Telkomsel 4G di Pulau Nitu, Ia mengatakan, bisa berkomunikasi dan menggunakan media sosial seperti WA, Instagram dan Facebook dengan lancar.

“Dan yang paling penting adalah, berita tentang potensi wisata Pulau Nitu yang saya buat di sana bisa langsung saya kirim kepada redaktur. Dengan demikian beritanya bisa cepat tayang,” ujar Swingly yang merupakan jurnalis Kumparan.

Ia mengaku sempat kaget saat mengetahui di Pulau Nitu ada jaringan Telkomsel 4G, sementara di Pulau Para justru tidak ada. “Saat saya bersama rombongan sedang dalam perjalanan dengan perahu menuju Pulau Nitu, tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk di handphone saya, yang menandakan ada jaringan Telkomsel. Saya bersama seorang rekan lainnya yang menggunakan Telkomsel pun bisa melakukan komunikasi dengan lancar selama berada di Pulau Nitu,” katanya.

Charley Rambi, Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Manado yang dikonfirmasi media ini menyampaikan bahwa memang benar Pulau Nitu terjangkau oleh jaringan Telkomsel.

“Sinyal Telkomsel di Pulau Nitu berasal dari Tower BTS Telkomsel yang berada di Pulau Kahakitang. Jarak antara dua pulau tersebut sekitar 12 KM. Namun karena di laut dan tidak ada halangan seperti di daratan, maka jaringannya bisa sampai ke Pulau Nitu. Kalau Desa Para Lelle memang tidak terjangkau jaringan Telkomsel, karena ada bukit yang menghalangi,” jelasnya.

Telkomsel menurut Rambi, membangun Tower BTS di Pulau Kahakitang untuk menjangkau pulau-pulau yang ada di sekitarnya. Selain itu, jaringannya juga dapat dimanfaatkan oleh kapal-kapal dari Manado ke Tahuna atau sebaliknya yang melintas di dekat sana.

Jaringan Telkomsel memang merupakan yang paling luas di Indonesia. Dan terbukti hingga ke pulau-pulau kecil juga ada BTS Telkomsel. Rambi mengatakan, jaringan Telkomsel memang sampai ke daerah 3T.

“Untuk wilayah 3T di Sulawesi Utara, Telkomsel hadir di 19 lokasi dan tersebar di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepualaun Sitaro dan Kabupaten Kepulauan Talaud,” ujar Rambi.

Dikatakannya, 19 lokasi tersebut dikelola oleh Bakti Komdigi. Telkomsel hanya memiliki BTS nya saja, sedangkan lahan milik Bakti Komdigi. Untuk Kabupaten Minahasa Utara, lokasinya di Desa Nain, Kecamatan Wori.

Kemudian di Kapupaten Kepulauan Talaud, lokasinya di Desa Karatung dan Dampulis Kecamatan Nanusa, Desa Beo Utara Kecamatan Beo Utara, Desa Talolang Kecamatan Lirung, Desa Kakorotan dan Desa Laluhe Kecamatan Nenusa, Desa Tule Utara Kecamatan Melonguane, Desa Damau Kecamatan Damau dan Desa Miangas Kecamatan Miangas.

Sedangkan di Kabupaten Kepulauan Sangihe berada di Desa Lipang dan Kawaluso Kecamatan Kendahe, Desa Matutuang dan Desa Kawio Kecamatan Marore, Desa Ngalipaeng Kecamatan Manganitu Selatan, Desa Lehupu Kecamatan Tabukan Selatan dan Desa Marore Kecamatan Kep. Sangihe.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Siau Tagudalang Biaro berada di Desa Beong Kecamatan Siau Tengah. Dan di Kabupaten Bolmong Selatan di Desa Dumagin Kecamatan Pinolosian Timur.(jou)