Barometer.co.id-Amurang. Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H, didampingi Wakil Bupati Brigjen TNI (Purn.) Theodorus Kawatu, S.I.P, Rabu 15 Oktober 2925, secara resmi membuka Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana serta Pengukuhan Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Waleta Kantor Bupati.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, media, dan relawan, yang dikenal dengan pendekatan pentahelix.

Penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh, mencakup tiga tahapan penting: pra-bencana, tanggap darurat, dan pascabencana.

Kabupaten Minahasa Selatan memiliki kondisi geografis dan geologis yang kompleks. Berada di kawasan Cincin Api Pasifik dan berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi, wilayah ini memiliki bentang alam beragam yang menjadikannya rentan terhadap berbagai bencana alam seperti bencana hidrometeorologi, fenomena La Niña dan El Niño, kebakaran hutan dan lahan, kebakaran permukiman dan pasar, hingga abrasi pantai di kawasan pesisir.

Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar, S.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran para peserta dari desa dan kelurahan se-Kabupaten Minahasa Selatan.

“Kehadiran Bapak dan Ibu sekalian menunjukkan komitmen bersama untuk berperan aktif dalam pencegahan dan mitigasi bencana di daerah kita. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri; sinergi dengan masyarakat adalah kunci keberhasilan penanggulangan bencana,” ujar Bupati.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 167 desa dan 10 kelurahan di Kabupaten Minahasa Selatan. Melalui pelatihan ini, para peserta, khususnya anggota Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), dibekali dasar-dasar keterampilan dalam pencegahan, penanggulangan, dan mitigasi bencana.

Bupati juga menyampaikan harapan agar MPA menjadi “pahlawan di desa dan kecamatan masing-masing” dengan terus aktif membantu pemadaman dan pencegahan kebakaran di wilayahnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan peran penting media massa dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi kepada masyarakat. “Media berperan strategis dalam menyiarkan langkah-langkah pencegahan dan mitigasi bencana, sehingga menjadi contoh positif bagi daerah lain,” tambahnya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain: Dr. Mercy M. F. Rampengan, S.Pi., MappSc., Ph.D., Tenaga Ahli Kebencanaan Provinsi Sulawesi Utara dan Dosen Universitas Negeri Manado; Toyib Hambali Mokoagow, S.H., Kepala Seksi Wilayah III Sulawesi Utara dan Gorontalo Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sulawesi; Steven Lumowa, S.I.P., Kepala Pos SAR Amurang.

Turut hadir mendampingi Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Selatan, Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan Ibu Glady Kawatu, S.H., M.Si.; Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Bapak Frangky T. Tangkere, S.P., M.Si.; para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan.(*/dni)