Barometer.co.id-Manado. Provinsi Sulawesi Utara mengalami inflasi 0,12% secara month to month (mtm) dan 1,48% year on year (yoy). Sedangkan secara year to date atau tahun kalender, inflasi Sulut sebesar 1,13% (ytd).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Aidil Adha mengatakan komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar yaitu tomat 0,27%, daun bawang 0,25% dan emas perhiasan 0,17%. Sedangkan komoditas yang memberikan andil deflasi pada bulan Oktober adalah cabai rawit -0,30%, beras 0,16%, bawang merah -0,07%.

Sedangkan secara year on year, komoditas penyumbang inflasi terbesar yaitu beras 0,62%, emas perhiasan 0,48%, tomat 0,41%, daun bawang 0,29% dan akademi/perguruan tinggi 0,25%. Untuk komoditas yang menjadi penyumbang deflasi terbesar secara year on year yaitu daging babi -0,79%, cabai rawit -0,51%, angkutan udara -0,26%.

Aidil mengatakan, ada beberapa fenomena perkembangan harga yang terjadi pada bulan Oktober. Pertama adalah kenaikan harga tomat dan daun bawang.

“Harga komoditas tomat dan daun bawang mengalami kenaikan pada bulan Oktober 2025 karena berkurangnya pasokan akibat menurunnya hasil panen di daerah sentra produksi misalnya Modoinding, serta pengaruh cuaca buruk yang menyebabkan tanaman rusak dan cepat membusuk,” kata Aidi, Senin (03/11/25).

Harga emas perhiasan juga menurut Aidil ikut mempengaruhi inflasi di Sulut. “Harga emas perhiasan mengalami kenaikan pada bulan Oktober 2025 karena mengikuti kenaikan harga emas dunia yang mencapai USD 4.300 per troy ons,” katanya.

Harga cabai dan beras menurut Aidil mengalami penurunan pada bulan Oktober. “Penurunan harga cabai karena stok yang melimpah dari luar daerah bersamaan dengan adanya panen di wilayah Sulawesi Utara. Sedangkan penurunan harga beras karena pasokan beras yang melimpah dari Sulawesi Tengah serta adanya intervensi pemerintah melalui penyaluran beras SPHP,” jelas Aidil.

Di Sulawesi Utara, inflasi tertinggi terjadi di Minahasa Selatan sebesar 0,54%, kemudian di Manado 0,24%. Sedangkan di Kotamobagu terjadi deflasi 0,16%, begitu juga di Minahasa Utara terjadi deflasi 0,46%.(jou)