Barometer.co.id-Minahasa Tenggara. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menanggapi pemberitaan yang beredar mengenai dugaan keterlibatan salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Ratahan, dalam praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Dalam laporan media yang diterima pada Sabtu malam, 1 November 2025, ditemukan operator SPBU melakukan pengisian BBM jenis Pertalite ke dalam jerigen yang tidak sesuai ketentuan. Hal ini menyalahi prosedur karena pengisian jerigen dilakukan tanpa surat rekomendasi, yang jelas melanggar aturan yang berlaku.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Pertamina Patra Niaga segera menurunkan tim investigasi internal untuk melakukan pengecekan. Hasil verifikasi membenarkan adanya pengisian BBM yang tidak sesuai dengan aturan. Operator yang bersangkutan mengakui melakukan pengisian jerigen atas permintaan konsumen dengan alasan kebutuhan pertanian.
Meskipun demikian, tindakan tersebut tetap dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap ketentuan distribusi BBM bersubsidi yang telah ditetapkan. Hal tersebut dikarenakan pengisian BBM bersubsidi ke jerigen dilakukan tanpa dilengkapi surat rekomendasi yang berlaku.
Sebagai bentuk langkah pembinaan dan penegakan aturan, Pertamina telah memberikan surat teguran serta melakukan pembinaan kepada SPBU yang bersangkutan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Selain itu, Pertamina juga menginstruksikan penerapan sanksi kepada operator yang terbukti terlibat, serta melakukan pemblokiran secara aktif terhadap sejumlah nomor polisi kendaraan yang terindikasi melakukan penyaluran BBM bersubsidi tidak sesuai peruntukannya.
Area Manager Communication, Relation, and CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, T. Muhammad Rum, menegaskan, “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan masyarakat. Langkah-langkah tegas akan terus kami lakukan untuk memastikan distribusi BBM bersubsidi sampai kepada konsumen yang berhak dan sesuai ketentuan yang berlaku. Kepercayaan masyarakat adalah prioritas utama kami.”
Pertamina Patra Niaga juga terus memperkuat sistem pengawasan melalui digitalisasi di seluruh SPBU dan penerapan program Subsidi Tepat, yang bertujuan memastikan distribusi BBM bersubsidi lebih akurat dan terpantau secara real-time. Pertamina berkomitmen menjaga kepercayaan publik dan memastikan pelayanan energi yang adil serta berkelanjutan bagi seluruh masyarakat di wilayah Sulawesi.(jou)
