Barometer.co.id-Manado. Tahun 2001, tepatnya 24 Tahun lalu, Bonyx Yusak Saweho berhasil naik podium sekaligus mengantarkan Sang Merah Putih berkibar di Arena Pertandingan Tinju Sea Games XXI Malaysia. Waktu itu usia Bonyx Saweho baru 19 Tahun.

Berkat prestasinya di Pesta Olahraga Asia Tenggara, figur kelahiran 12 November 1982 kemudian mengorbit di sejumlah iven internasional. Terakhir, suami tercinta dari atlet pencak silat Pengky Simbar tersebut berhasil lolos kualifikasi dan menjadi satu satunya petinju Indonesia yang bisa bertanding di Olimpiade Athena Yunani Tahun 2004.

Meskipun hasilnya belum maksimal di Olimpiade, tapi sosok yang kini telah mendapatkan kepercayaan dari Walikota Manado Andre Angouw dan Wakil Walikota Richard Sualang sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Manado, kini tercatat sebagai petinju terakhir Indonesia yang mampu mewakili Indonesia di Olimpiade.

Capaian prestasi Bonyx Yusak Saweho di level nasional bahkan internasional sepulangnya dari Olimpiade masih terpatri dalam catatan sejarah tinju nasional. Tahun 2002, Bonyx masih tercatat sebagai salah satu wakil Indonesia di Asian Games Seoul Korea Selatan. Kemudian ia juga sukses meraih medali di iven internasional yang digelar di Pakistan.

Di level nasional, Bonyx berhasil lolos babak kualifikasi PON XVIII Kaltim pada laga Kualifikasi PON Tahun 2007 di Tenggarong. Selanjutnya di tahun 2008, Bonyx Yusak Saweho sukses membawa pulang medali emas PON Kaltim setelah di partai final yang penuh ketegangan sukses mengalahkan petinju Bali yang sedang naik daun yakni Julio Bria.

Menariknya medali emas di PON Kaltim 2008 juga berhasil diraih sang isteri Pengky Simbar. Keduanya sukses meskipun telah memiliki putri Israellah Athena Bonita Saweho, yang lahir pada bulan Desember 2004. Meski telah sukses mempersembahkan prestasi bagi Indonesia dan daerah tercinta Sulawesi Utara, Bonyx masih belum mau gantung sarung tinju.

Dalam sisa sisa kejayaannya, Bonyx masih meraih kesempatan berlaga di PON XVIII Riau setelah lolos babak kualifikasi PON yang digelar di Padang Sumatera Barat. Meski lolos, faktor usia sedikitnya mempengaruhi penampilan Bonyx pada saat pelaksanaan PON di Riau Tahun 2012. Ia pun mengakhiri karirnya sebagai atlet usai PON Riau.

Berkat prestasi nasional dan internasional, Bonyx mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Kota Manado untuk menjadi seorang birokrat. Mulai dari Lurah Sario Utara membawa karirnya terus meroket sebagai Sekcam, Camat hingga akhirnya menjadi Kadispora Kota Manado.

Disela-sela tugasnya sebagai seorang birokrat, Bonyx Saweho kemudian terjun membina atlet lewat sasana yang dibentuk bersama sejumlah koleganya yakni Sario Boxing Camp (SBC), yang fokus berlatih di Kawasan Sario Manado. Sejumlah atlet yang telah lepas dari program latihan di PPLP seperti Farand Papendang dan Ricko Kansil dibina secara berkelanjutan oleh Bonyx lewat SBC.

Selain itu sejumlah atlet usia dini juga masuk dalam program latihan dalam rangka regenerasi atlet. Sang putri Israellah Athena Bonita Saweho bersama Vicky Tahumil Junior terdapat dalam daftar atlet muda yang dibina Bonyx lewat sasana SBC. Disela sela pembinaan atlet muda, sejumlah atlet yang digodok Bonyx cs, ada beberapa atlet senior yang telah berkontribusi di tingkat nasional.

Salah satunya adalah Farand Papendang, yang telah menjadi langganan Tim Nasional. Setidaknya ada tiga kali Farand Papendang mendapatkan kesempatan bertanding mewakili Indonesia di iven Sea Games yakni Sea Games Singapura 2015, Sea Philipina Tahun 2019 dengan hasil medali perunggu, Sea Games Vietnam Tahun 2022 meraih medali perak.

Kini, hasil binaan Bonyx Saweho bersama jajaran pelatih SBC mulai mengorbit. Pertama saat Israellah Athena Bonita Saweho, sukses membawa pulang medali emas dari PON XXI Aceh Sumut 2024. Puncaknya, Tahun 2025, Israellah bersama Vicky Tahumil Junior sukses menjadi juara Piala Menpora 2025 diakhiri dengan hasil medali emas oleh Vicky dan medali perunggu oleh Israellah di ajang Sea Games Thailand 2025.

Hasil tersebut tak lepas dari peran dan kesempatan yang diberikan oleh para pembina tinju Sulawesi Utara didalamnya ada Kota Manado dan Sasana SBC. Figur Bonyx Saweho, Patrick Timbowo, Yohanes Basten menjadi bagian tak terpisahkan dari hasil capaian Cabang Olahraga Tinju Indonesia di Sea Games Thailand 2025.

Dari rangkaian pembinaan lewat program latihan yang telah diprakarsai Bonyx Saweho Cs sejak hasil tanpa medali emas di PON XIX Jawa Barat 2016, di PON Papua Tahun 2021, Provinsi Sulawesi Utara mulai menampakan hasil positif lewat raihan 2 medali emas, 1 perak dan 1 perunggu, kemudian 3 medali emas dan 2 perak di PON XXI Aceh Sumut 2024. Puncaknya 1 medali emas dan 2 perunggu di Sea Games XXXIII Thailand 2025.

Kini, harapan prestasi cabang olahraga tinju Sulawesi Utara tertuju pada ajang PON Beladiri Tahun 2026, dimana Sulawesi Utara akan menjadi tuan rumah. Hasil pembinaan yang selama ini digalang Bonyx Saweho Cs bersama para pelatih di sejumlah sasana yang ada di Kabupaten Kota diharapkan menjadi ujung tombak dalam rangka menatap PON Beladiri Tahun 2026.(Denny)