Barometer.co.id-Manado. Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E, M.Tr.Opsla menegaskan setiap permasalahan yang melibatkan oknum prajurit TNI AL akan ditangani secara tegas, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman dan damai, serta mengedepankan dialog sebagai sarana penyelesaian setiap perbedaan atau kesalahpahaman,” ajak Kodaeral VIII saat tatap muka dengan tokoh agama, tokoh masyarakat di Kantor Bupati Talaud, Selasa.

Dia mengatakan, tatap muka yang dilakukan sebagai upaya membangun komunikasi yang terbuka, menyejukkan situasi, serta menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban di wilayah Melonguane.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada para tokoh masyarakat atas peran aktifnya dalam menjaga stabilitas dan ketertiban wilayah,” ujarnya.

Dankodaeral VIII juga menegaskan komitmen TNI Angkatan Laut untuk selalu bersikap profesional, transparan, serta terbuka terhadap masukan dari masyarakat terkait permasalahan yang terjadi.

Dia berharap, komunikasi yang intensif dan berkelanjutan, hubungan harmonis antara TNI AL dan masyarakat Melonguane dapat terus terjaga demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan persatuan di wilayah Kepulauan Talaud.

Para tokoh masyarakat Melonguane menyambut baik kegiatan tatap muka tersebut dan mengapresiasi langkah cepat Dankodaeral VIII dalam merespons aspirasi masyarakat.

Diharapkan melalui komunikasi yang intens dan berkelanjutan, hubungan harmonis antara TNI AL dan masyarakat Melonguane dapat terus terjaga demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan persatuan di wilayah Kepulauan Talaud.

Sebelumnya, Dankodaeral VIII menyampaikan, benar telah terjadi kesalahpahaman yang melibatkan lima oknum anggota TNI AL dari Lanal Melonguane dengan salah satu warga setempat pada Kamis, 22 Januari 2026 sekitar pukul 23.30 WITA di Pelabuhan Umum Melonguane.

Kejadian tersebut berawal dari kesalahpahaman yang diduga dipicu oleh pengaruh minuman keras, sehingga menyebabkan korban mengalami luka-luka dan situasi sempat tidak kondusif.

Dankodaeral VIII menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Melonguane atas ketidaknyamanan yang terjadi serta menegaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi serius dalam pembinaan personel.

TNI AL berkomitmen untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme, serta sikap humanis prajurit dalam melaksanakan tugas di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam tatap muka tersebut PJU Kodaeral VIII, Danlanal Melonguane, Fokopimda Kepulauan Talaud, para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tamu undangan lainnya.(ANTARA)