Barometer.co.id-Manado.Cabang Olahraga Muaythai Sulawesi Utara sangat serius menatap PON Beladiri Tahun 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Kota Manado, pertengahan tahun ini.

Sejak awal Januari lalu, puluhan atlet Muaythai Sulut sudah mulai digodok oleh Tim Pelatih yang dipimpin Hendra Jonna Massie, SPd, MM. Keseriusan Cabor Muaythai juga ditandai dengan porsi latihan yang terus meningkat meskipun agenda Pelatda Luar yang direncanakan KONI Sulut belum berjalan sesuai harapan.

Semangat juang para atlet, pelatih hingga seluruh jajaran Pengurus Pengprov Muaythai Indonesia Sulut dalam mempersiapkan para atlet di iven nasional PON Beladiri ternyata masih terkendala administrasi kepengurusan. Sebab, hingga saat ini permohonan rekomendasi hasil Musprov MI Sulut, yang sudah digelar akhir November 2025 lalu, belum juga direalisasikan oleh KONI Sulut.

Hendra Massie yang terpilih secara aklamasi dalam ajang Musprov di Hotel Gran Puri, disaksikan Sekjen PB MI dan unsur KONI Sulut yang diwakili Wakil Ketua Asripan Nani, mengakui sudah dua kali mengirimkan surat permohonan rekomendasi kepengurusan kepada pimpinan KONI Sulut tapi belum juga direalisasikan.

“Kami akan tetap mengedepankan aturan yang berlaku dimana surat permohonan untuk mendapatkan SK Pengurus Muaythai Indonesia Sulut Masa Bakti 2025-2029 terlebih dahulu mendapatkan rekomendasi KONI Sulut, jika surat pertama tidak ditanggapi, kita lanjutkan dengan mengirimkan surat ketiga,”ujar Hendra Massie.

Ketua Umum Pengprov Muaythai Sulut yang juga merupakan pelatih nasional, mengatakan bahwa keabsahan kepengurusan sangat diperlukan menjelang pelaksanaan PON Beladiri Tahun 2026. Karena itu, ia berharap kearifan dari pimpinan KONI Sulut untuk mengeluarkan rekomendasi karena proses pelaksanaan Musprov sudah berjalan sesuai aturan.(Denny)