Barometer.co.id-Manado. Tahun 2026 menjadi babak baru bagi para pelaku olahraga tinju Sulawesi Utara dalam rangka mempertahankan prestasi di level nasional. Ketika kompetisi lewat wadah Pertina masih kabur, hadirlah sederetan ‘penggila’ tinju yang menamakan diri Pertina Sejati.
Diprakarsai sejumlah pelatih, wasit juri bahkan mantan petinju yang pernah membawa harum nama Pertina Sulawesi Utara di event nasional bahkan internasional, munculah sebuah ide brilian untuk menggelar kembali event yang pernah jaya diera lima belas tahun silam yakni Boxing On The Street.
Event yang pernah populer di seputaran Kota Manado kembali digagas dalam rangka peningkatan prestasi olahraga tinju Sulawesi Utara,dimana pada dua tahun terakhir sukses meraih prestasi lewat perolehan medali emas di ajang PON XXI Aceh Sumut 2024 dan Popnas Jakarta 2025 serta Sea Games Thailand 2025.
Melalui langkah langkah konkrit Richard Kundiman, Melky Machis Lelemboto, Ilham Hanny Lahia, Wensy Londa, hingga para wasit juri Royke Macan Waney plus Roy Areros ditopang Polda Sulut melalui Direktur Binmas Kombes Pol Rio Alexander Panelewen SIK, lahirlah sebuah event Boxing On The Street pertama tahun 2026.
Mengambil lokasi strategis di Taman Berkat Boulevard Manado, 16 dan 17 Februari 2026, Boxing On The Street menjadi tonggak baru dalam rangka merekrut petinju masa depan. Meski baru sebatas ujicoba, event yang disupport penuh oleh Gubernur Sulut Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus SE bersama Ketua Umum KONI Sulut Brigjen TNI Purn Jerry Waleleng SE, mendapatkan sambutan dari 19 sasana yang tersebar di sejumlah kabupaten kota.
Sekitar 200-an petinju mulai dari pemula hingga elite tampak ikut ambil bagian. Dukungan Gubernur, Ketum KONI bahkan Kapolda Sulut mampu memotivasi para petinju saat berlaga di atas ring. Support para penonton di sisi ring yang berjumlah ratusan pasang mata juga mampu memberikan warna baru dalam rangka menggairahkan kembali atmosfer pertandingan tinju di arena terbuka.
Sorak sorai para penonton di sisi ring menjadi motivasi tambahan bagi para petinju meskipun masih belum banyak memiliki jam terbang memadai dalam sebuah kompetisi. Antusiasnya para peserta ditopang semangat luar biasa dari pelaksana pertandingan yang menamai diri Para Pertina Sejati memberikan harapan bahwa olahraga tinju di Sulawesi Utara tak akan pernah padam.(Denny)
