Barometer.co.id-Amurang. Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan mendukung program pembinaan Pengkab Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Minsel, lewat pelatihan hingga pelaksanaan Kejuaraan Terbuka yang menghadirkan peserta dari luar Minahasa Selatan bahkan dari provinsi tetangga.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Selatan, Glady N. L. Kawatu, S.H., M.Si, saat hadir mewakili Bupati Frangky Donny Wongkar SH pada pembukaan Kejuaraan Minahasa Selatan Pencak Silat Tournament Tahun 2026, Rabu 04 Februari 2026 lalu, olahraga beladiri Pencak Silat selain meraih prestasi nasional bahkan internasional juga bertujuan untuk pelestarian warisan budaya bangsa.

Sementara itu, terselenggaranya iven Pencak Silat bertaraf nasional untuk kedua kalinya di Kabupaten Minahasa Selatan tak lepas dari terobosan dan inovasi Pengurus Kabupaten IPSI Minahasa Selatan yang dinakhodai Dr. Fietber Raco, S.Pd., M.Si, yang juga adalah Kadispora Minsel.

Selain telah sukses menggagas iven level nasional, Ketua IPSI Minsel tersebut juga telah sukses mengantarkan atlet asal Minahasa Selatan untuk mengikuti PON Beladiri Tahun 2025, yang berlangsung di Kudus Jawa Tengah.

Peran Fietber Raco sebagai nakoda Cabor Pencak Silat Minsel juga berbuah manis saat para pesilat Minsel meraih prestasi ketika berlaga di Porprov XII Sulut Tahun 2025 di Kota Manado. Sukses Sang Kadispora Minsel dalam memimpin Cabor Pencak Silat juga terlihat ketika kawula muda di Minsel mulai tertarik untuk berlatih Cabor Beladiri Warisan Budaya Bangsa Indonesia tersebut.

Bahkan, salah salah satu mantan atlet berprestasi nasional hingga nternasional yakni Brigjen TNI Purn Theodorus Kawatu SIP, yang notabene Wakil Bupati Kabupaten Minahasa Selatan memberikan apresiasi atas kreativitas Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Minsel yang memiliki program pembinaan dengan bermuara pada pelaksanaan iven level nasional.

Kawatu bahkan mengajak para pimpinan cabang olahraga di Minsel untuk mencontoh Cabor Pencak Silat yang telah memiliki program pembinaan yang terarah mulai dari pelatihan hingga pelaksanaan iven sebagai parameter dari hasil latihan yang telah dilakukan.(Denny)