Barometer.co.id-Manado. Wilayah Bolaang Mongondow (Bolmong) telah dikenal sebagai lumbung padi Sulawesi Utara. Hal itu pun terlihat dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, pada tahun 2025, total produksi padi di wilayah Bolmong Raya yang mencakup 5 Kabupaten/kota sebanyak 214.657 ton Gabah Kering Giling (GKG).
Jumlah tersebut mencapai 78,82% dari total produksi padi Sulawesi Utara yang sebanyak 265.111 ton. Total produksi pada tahun 2025 memang sedikit mengalami penurunan yakni 2,94% dibanding tahun 2024 yang sebanyak 273.134 ton.
Kepala Bagian Tata Usaha Bhayu Prabowo, yang mewakili Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Agus Sudibyo saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (01/02/26) mengatakan daerah dengan produksi padi terbesar di Sulawesi Utara tahun 2025 adalah Kabupaten Bolaang Mongondow sebesar 149.463 ton, turun dari 163.509 ton pada 2024.
Selanjutnya adalah Kabupaten Bolmong Utara sebanyak 35.146 ton, Kabupaten Minahasa sebesar 31.101 ton, Kota Kotamobagu sebesar 14.383 ton dan Kabupaten Minahasa Selatan 9.562 ton.
Dari 15 kabupaten/kota di Sulut, 10 di antaranya mengalami penurunan produksi, sedangkan 5 lainnya mengalami kenaikan. Daerah yang mengalami peningkatan produksi adalah Bolmong Utara sebesar 11.835,38 ton (50,77%), Minahasa Tenggara sebesar 2.168,40 ton (32,88%), Bolmong Timur 434,74 ton (13,1%), Tomohon 261,96 ton (8,84%) dan Talaud 182 ton (14.011%).
Sementara Kabupaten Bolmong mengalami penurunan terbesar yakni mencapai 14.045 ton, namun secara persentase penurunannya hanya 8,59%. Kemudian Bolmong Selatan produksi padi turun 3.889 ton, dan secara persentase turun paling dalam, yakni 38,51%.(jou)

