Barometer.co.id-Manado. Kepala Dinas Tenaga Kerja Sulawesi Utara (Sulut) mengajak pencari kerja menggunakan jalur resmi sesuai prosedur bila ingin bekerja ke luar negeri.

“Pencari kerja bisa mendatangi kantor disnaker yang ada di kabupaten dan kota atau BP3Mi Sulut untuk mencari informasi bila ingin bekerja ke luar negeri,” kata Kadisnaker Sulut Noldy Salindeho di Manado, Minggu (26/07/26).

Noldy mengatakan, bila ingin bekerja ke luar negeri tanpa mengikuti prosedur atau hanya menggunakan calo atau perantara dapat terjadi masalah ke depannya.

Noldy juga menyebutkan, ada sejumlah negara yang tidak menjadi tujuan penempatan tenaga kerja atau pekerja migran Indonesia yaitu Thailand, Kamboja, Laos, Myanmar serta beberapa negara di timur tengah.

Hanya saja menurut Noldy, meskipun bukan menjadi negara tujuan penempatan tenaga kerja, sampai saat ini masih ada pekerja nekad ke sana .

“Memang kami dengan imigrasi sudah mengeluarkan banyak usaha untuk itu termasuk sosialisasi di mana-mana terhadap hal tersebut,” sebutnya.

Noldy menyebutkan, masih ada pekerja yang tergiur bekerja di negara yang bukan menjadi tujuan penempatan tenaga kerja karena tergiur dari media sosial.

Ada juga yang mau bekerja ke sana karena secara ‘face to face’ direkrut langsung, bahkan ada yang memang tertantang untuk bekerja meski berisiko.

“Itu yang yang coba kita identifikasi hal tersebut. Mengenai perekrut-perekrut kita, terutama bersama teman-teman dari BP3MI sekarang juga sudah mengidentifikasi mereka itu. Mereka tidak saja di dalam negeri tapi juga ada di luar negeri,” katanya.

Pekerja yang mau bekerja di negara-negara tersebut biasanya ditawarkan dengan gaji fantastis yang mencapai Rp25-30 juta ditambah sejumlah fasilitas.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pencari kerja untuk memanfaatkan jalur prosedural sehingga tidak saja mereka nyaman, tapi juga aman karena dilindungi saat bekerja,” katanya menambahkan.(ANTARA)