Barometer.co.id-Tanawangko. Perayaan HUT Ke-60 Jemaat GMIM Syalom Sarani Matani Wilayah Tanawangko 1, Minggu 19 Juli 2026 dirayakan secara sederhana didahului Ibadah Syukur yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Wilayah Tanawangko 1, Pdt. Reki Tomi Rantung, STh.
Kendati perayaan HUT Jemaat berlangsung sederhana, tapi ada perbedaan yang cukup menarik yakni seluruh pelayan khusus, pendeta jemaat bahkan pendukung acara ibadah tampak menggunakan pakaian adat Minahasa.
Prosesi ibadah juga lain dari biasanya karena didahului dengan tarian maengket yang diperagakan oleh Wanita Kaum Ibu jemaat. Kemudian penyampaian bahasa dalam ibadah dan doa lebih dominan menggunakan dialek Manado.
Panitia hari hari raya Jemaat GMIM Syalom Sarani Matani yang diketuai Penatua Thomas Posumah, S.Pak, dipandu oleh Sekretaris Jemaat Penatua Erny Palandi, SH, dalam prosesi ibadah juga mengajak seluruh pendeta, guru agama dan penatua, syamas yang pernah melayani sejak berdirinya Jemaat untuk menyampaikan pujian.
Sementara di penghujung ibadah, dilakukan prosesi ulang tahun ditandai dengan penyalaan dan peniupan lilin yang dipandu oleh Pendeta Pelayanan Julita Ester Lumanauw, STh. Para pejabat yang hadir yakni Camat Tombariri Yelly Soput, SP dan Kapolsek didampingi Ketua BPMJ Pendeta Anita Lontaan, STh digadang untuk ikut pada prosesi tersebut.
Seusai ibadah, seluruh undangan dan jemaat dari Kolom 1 hingga Kolom 10 larut dalam kegiatan syukuran yang dikemas cukup sederhana lewat makan bersama di seputaran gedung gereja.
Meski sifatnya sederhana tapi perayaan HUT Jemaat GMIM Syalom Sarani Matani Wilayah Tanawangko 1 cukup bermakna. Apalagi untuk pertama kalinya, Remaja Teladan (Retel) Putri Sinode, Pricillia Milly Tiwow ikut berbaur dengan jemaat bahkan terlebih dahulu mengajar anak-anak sekolah minggu.(dni)
