Barometer.co.id-Manado. Ekspor Sulawesi Utara pada bulan Agustus 2026 menunjukkan kinerja positif dengan mencatatkan peningkatan 44,93% dibanding bulan Juli (mtm). Begitu juga secara kumulatif dari Januari-Agustus mengalami peningkatan 7,43% dibanding periode yang sama tahun 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Watekhi mengatakan, nilai ekspor Sulut di bulan Agustus 2026 sebesar USD110,69 Juta. Sedangkan secara kumulatif Januari-Agustus 2026 nilai ekspor Sulut mencapai 848,70 juta dolar AS.
“Komoditas Lemak dan Minyak Hewani/Nabati masih menjadi penyumbang utama ekspor Sulut sepanjang Januari hingga Agustus 2026 yang mencapai 613,76 juta dolar AS atau sebesar 72,32 dari total nilai ekspor. Nilai ekspor komoditas tersebut meningkat 9,37 persen dibanding tahun 2025 ,” kata Watekhi.
Sementara komoditas berikutnya dengan nilai ekspor tertinggi sejak Januari hingga Agustus 2026 adalah Ikan, Krustasea, dan Moluska senilai USD61,39 juta, turun 1,49% dibanding tahun lalu. Berikutnya adalah komoditas Olahan daging, Ikan, Krustasea, dan Moluska senilai 54,59 juta dolar AS, meningkat 23,96% dibanding tahun lalu.
Watekhi mengatakan, negara tujuan ekspor terbesar Sulut pada periode Januari-Agustus 2026 adalah Amerika Serikat senilai USD186,57 juta atau sebesar 21,98% dari total ekspor. Selanjutnya adalah Tiongkok senilai USD157,92 juta (18,61%) dan Filipina senilai USD127,57 juta (15,03%).
Negara tujuan ekspor Sulut terbesar berikutnya adalah Belanda senilai USD101,22 juta (11,93%), Korea Selatan USD75,56 juta (8,90%) dan negara lainnya USD199,86 juta (23,55%).
“Komoditas utama ekspor ke tiga negara tersebut adalah Lemak dan Minyak Hewani/Nabati,” kata Watekhi.
Sementara nilai impor Sulut pada Agustus 2026 sebesar USD14,19 juta, dan secara kumulatif Januari-Agustus 2026 sebesar USD148,83 juta. Neraca perdagangan Sulut pada bulan Agustus 2026 tercatat surplus 96,50 juta dolar AS. Dibanding Agustus 2025 yang sebesar USD64,19 juta, neraca perdagangan Sulut meningkat 50,35%. Dan secara kumulatif Januari-Agustus 2026, neraca perdagangan Sulut surplus USD699,87 juta, lebih tinggi 2,57% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar USD682,30 juta.(jou)
