Barometer.co.id-Manado. Puluhan perwakilan negara mulai berdatangan di Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) untuk mengikuti World Coconut Day 2026.

“Ada sebanyak 27 negara yang akan mengikuti World Coconut Day 2026 di Sulut yang akan berlangsung sejak tanggal 7-10 Oktober 2026,” kata Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara Tahlis Gallang di Manado, Rabu (07/10/26).

Ia mengatakan kegiatan World Coconut Day 2026 mempertemukan semua pemangku kepentingan kelapa dari berbagai negara.

Tahlis Gallang mengatakan hingga saat ini peserta konferensi internasional diproyeksikan mencapai 500 orang. Selain itu, paket kemitraan Pemerintah Kota Manado disiapkan untuk 1.000 peserta, sementara pameran telah mencapai 60 stan.

Direktur International Coconut Community (ICC) Dr Jelfina C Alow mengatakan peserta tidak hanya berasal dari negara anggota ICC, tetapi juga negara eksportir kelapa dan produk turunannya, termasuk sejumlah negara di Eropa dan China.

World Coconut Day 2026 mengangkat tema “Coconut in Times of Uncertainty: Securing Food, Energy, and Livelihoods”. Agenda itu mencakup konferensi internasional, pameran global, pertemuan bisnis serta berbagai kegiatan yang mendorong pengembangan industri dan hilirisasi kelapa.

Sebelumnya, ICC menyebut penyelenggaraan World Coconut Day di Manado menjadi momentum untuk memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu pusat pengembangan komoditas kelapa sekaligus memperluas jejaring kerja sama industri kelapa secara global.

Pemerintah daerah bersama ICC dan panitia terus memastikan kesiapan teknis maupun substansi agar seluruh rangkaian World Coconut Day 2026 berjalan optimal.

Kegiatan itu bekerja sama antara Dinas Perkebunan Pemprov Sulut dan International Coconut Community (ICC) serta konsolidasi panitia besar di Manado.(ANTARA)