Barometer.co.id-Manado. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) siap menjadi tuan rumah Konvensi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Tahun 2026. 

“Persiapan kegiatan tersebut terus dilakukan bersama Asosiasi Forum Kerukunan Umat Beragama Indonesia (AFKUBI) sebagai momentum memperkuat toleransi, persaudaraan, dan perdamaian di tengah keberagaman masyarakat Indonesia,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Utara Ulyas Taha, di Manado, Selasa.

Dia mengatakan Konvensi ini dirancang melalui lima rangkaian kegiatan utama, yakni Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKUB se-Indonesia, Sarasehan Nasional Toleransi dan Kerukunan Antar umat Beragama, Festival Harmoni, Diklat Kepemimpinan Kader Pelopor Kerukunan dan Toleransi, serta Karnaval atau Parade Kerukunan.

Ulyas yang dipercaya sebagai Ketua Umum Panitia Pelaksana Konvensi Nasional FKUB Indonesia 2026 ini mengatakan rakernas akan menjadi forum konsolidasi nasional untuk mengevaluasi program, berbagi praktik baik, memperkuat kelembagaan, dan merumuskan rekomendasi bersama. 

Sementara itu, katanya, sarasehan nasional akan menghadirkan berbagai unsur, termasuk tokoh agama, pemerintah, akademisi, tokoh masyarakat, dan generasi muda, guna membahas penguatan toleransi, pencegahan konflik, serta tantangan kerukunan di ruang digital.

Festival Harmoni akan mengangkat seni, musik, tari, dan budaya sebagai sarana membangun persaudaraan lintas komunitas. 

Adapun pendidikan kader diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperkuat pemahaman moderasi beragama, serta membekali peserta dengan keterampilan deteksi dini dan penyelesaian konflik. 

Karnaval kerukunan juga dirancang sebagai ruang partisipasi publik untuk merayakan keberagaman agama, adat, etnis, dan budaya dalam semangat persatuan.

Sebagai Ketua Panitia, Ulyas Taha menegaskan bahwa kerukunan harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar slogan.

“Kerukunan adalah tanggung jawab bersama. Melalui Konvensi Nasional FKUB Indonesia 2026, kita ingin memperkuat dialog, membangun persaudaraan lintas agama, serta mendorong lahirnya kader-kader pelopor kerukunan yang mampu menjaga toleransi dan perdamaian secara berkelanjutan,” kata Ulyas Taha.

Penyelenggaraan konvensi ini diharapkan memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai ruang perjumpaan yang harmonis bagi masyarakat majemuk sekaligus menghasilkan rekomendasi dan gerakan bersama untuk merawat persatuan bangsa.

Dengan semangat toleransi, gotong royong, persaudaraan, dan perdamaian, Konvensi Nasional FKUB Indonesia 2026 diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi terwujudnya kehidupan beragama yang rukun dan Indonesia yang semakin damai.(ANTARA)