Barometer.co.id – Amurang 
Ketua DPR RI komisi IX Felly Estelita Runtuwene (FER) menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Manado- Sulawesi Utara (Sulut). Tujuannya untuk mengajak warga masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) yang ada di Kelurahan Rumoong Bawah, Kecamatan Amurang Barat dan pada umumnya Sulut, cara bagaimana warga cerdas memilih kebutuhan pangan yang baik dan sehat untuk kesehatan dirinya dan keluarganya.

Dalam sambutannya di Aula pertemuan Kantor Lurah Rumoong Bawah, Runtuwene mengajak kepada masyarakat cara memilih atau membeli obat-obatan. Selain itu juga bagaimana bahaya stunting bagi masyarakat putra putri mereka. Supaya tidak membebani keluarga itu sendiri dan negara tentunya.

“Dengan hal ini DPR-RI komisi IX bersama  BKKBN Manado-Sulut datang dan memberikan edukasi atau promosi dan kiat pencegahan stunting bersama Mitra. Pada kegiatan momentum kepada masyarkat yakni bagaimana mereka akan lakukan dan perhatikan akan memilih bahan pangan yang baik dan sehat terlebih memperhatikan lingkungannya. Tujuannya agar keluarga sehat terhindar dari stunting dan bahaya penyakit lainnya,” ujar Runtuwene.

Runtuwene menginggatkan juga perlunya memperhatikan sanitasi dan penggunaan jamban yang bersih dan air yang bersih. Misalnya menggunakan air sumur yang digunakan untuk mencuci atau untuk dikonsumsi sebagai air minum.

Menurutnya air sumur itu perlu diperiksakan ke laboratorium kondisi airnya. Di ingatkan jarak antara sumur dan jamban harus diperhatikan minimal jaraknya 10 meter.

Pola hidup sehat sangat penting karena pemerintah bayar rumah sakit yang sangat besar sekali artinya anggaran yang tersedot untuk kesehatan sangat tinggi sekali.

“Kita lakukan promotif prefentif agar yang sakit tidak lebih parah dan terpenting melakukan pencegahan. Salah satunya melalui edukasi dan sosialisasi seperti ini. Ditekankan kepada Pemda ketika adanya edukasi dan pemaparan akan bahayanya stunting dan harus ada pola hidup sehat maka pemda haruslah menseriusi urusan ini, agar anak-anak kita tidak mengalami Gizi buruk. Sebagaimana intruksi Presiden Pak Joko Widodo untuk tahun 2024 bisa menekan kasus stunting yang mendunia hingga 14 persen nantinya,”tegas Runtuwene.

Runtuwene menambahkan, Jangan mengaggap enteng itu resiko Gizi yang buruk bisa-bisa negara kita akan bangkrut. Karena anak-anak harapan bangsa Indonesia tidak pintar yang mengalami Gizi buruk, olehnya Pemda setempat harus memperhatikan anggaran khususnya untuk kesehatan sesuai undang-undang yang berlaku yakni 10 persen diluar biaya gaji dan harus di alokasikan secara khusus anggaran kesehatan.

“Pihak kamipun sudah banyak melakukan dari anggaran APBN untuk mengirimkan ke daerah-daerah sampai urusan air bersih, urusan Jamban, nah bagaimana perantenda Pemda sendiri. Sekali lagi jangan banyak berharap kepada pusat ketika melihat oh anggaran dipusat banyak, sehingga anggaran yang 10 persen digeser ke anggaran lainnya,” pungkas FER – sapaan perempuan yang pernah diusung calon wakil bupati Minsel ini. 

“Jikalau ternyata ada anak  Stunting, kita harus jaga dengan kondisi baik. Pasalnya, sangat sulit menjaga anak yang sudah terindikasi dengan Stunting,” tutup FER dihadapan 2 ratus lebih peserta sosialisasi Promosi dan Kie pencegahan Stunting bersama Mitra dan Kegiatan Momentum di Kecamatan Amurang Barat ini.

Acara dihadiri Ketua DPR RI Ketua komisi IX Felly Estelita Runtuwene,Kepala Dinas Pengendalian Penduduk keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, (PP-KB dan P3A), Kabupaten Minsel Ibu Meity Tumbuan, Sekretaris BKKBN Provinsi Sulawesi Utara Ibu laidy Deiby Ante Spd. Map., Wakil ketua DPRD Minsel Polman Stevanus Runtuwene. ST dan Lurah setempat Stevi Kelung dan Rombongan dari BKKBN Provinsi Sulut, bersama undangan warga masyarakat yang ada saat itu.(jim)