Manado, Barometer.co.id
Pengurus Forum Manajemen Indonesia (FMI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Senin (03/04) melakukan diskusi internal dengan mengambil topik terkait keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah ini.

Ketua FMI Sulut Joy E Tulung Phd usai pertemuan diskusi internal yang berlangsung di Kantor Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulut mengatakan bahwa setelah melalui berbagai masukan dan kajian kami berkesimpulan bahwa walaupun UMKM bisa memberikan kontribusi besar bagi perekonomian di daerah ini akan tetapi pendamping UMKM khususnya di Provinsi Sulut sepertinya belum optimal sesuai yang diharapkan.

Dikatakan dosen pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini bahwa para pendamping UMKM dan akademisi dan birokrat yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan UMKM tampaknya membutuhkan pelatihan

“Hal ini tentu akan semakin mendorong peningkatan kemampuan dan kompetensi pendamping UMKM menjadi lebih baik,” ujar Tulung, Rabu (05/04).

Menyikapi hal ini, FMI Sulut tentu akan berupaya menghadirkan kegiatan pelatihan pendampingan UMKM yang profesional dan diakui kompetensinya.

“Jadi, upaya tersebut nantinya akan diaplikasikan dalam rencana kegiatan peningkatan kompetensi yang diakui negara yaitu pendamping UMKM yang bersertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi),” ungkapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Febry HJ. Dien ST MInf-Tech (MAN) selaku Wakil Ketua FMI Sulut yang juga merupakan Kepala BPMP Provinsi Sulut menambahkan bahwa kegiatan pelatihan tersebut direncanakan akan bekerjasama dengan pihak FMI pusat dan berlangsung pada bulan Agustus 2023 mendatang.

“Pihak BPMP Provinsi Sulut siap membangun kerjasama dengan pihak FMI Sulut. Bahkan jika dipercaya siap menjadi tuan rumah/tempat pelaksanaan,” ungkap Febry HJ Dien.

Adapun beberapa pengurus FMI Sulut yang hadir dalam diskusi tersebut diantaranya Dekan FEB Unklab Dr Elvis Sumanti, Sekretaris FMI Sulut yang juga merupakan akademisi FEB Unima Dr Nikolas F Wuryaningrat.

Seperti diketahui, FMI adalah Forum Manajemen Indonesia, di mana beraktivitas melakukan Pengembangan keilmuan manajemen dan kepengurusan di Manado Sulawesi Utara dimulai sejak Juli 2022 dan akan berakhir 2025.

Di mana, walau sudah ada di Indonesia sejak tahun 2008 namun kepengurusan di Sulawesi Utara baru terbentuk di Juli 2022 dan selalu melakukan update isu terkini terlebih khusus yang berhubungan dengan keilmuan Manajemen.

Sementara itu, keberadaan FMI Sulut beranggotakan dari akademisi di Pendidikan Tinggi baik negeri maupun swasta di Indonesia juga dari pihak praktisi, profesional serta birokrat dan selalu berinisiatif secara berkala bertemu untuk diskusi dan menyamakan visi pengembangan ilmu manajemen.(eau)