Barometer.co.id-Tondano. PT. PLN Nusantara Power berhasil meraih kinerja terbaik dari seluruh holding dan sub holding PLN Group di tahun 2023. Selanjutnya, PLN Nusantara Power dalam rencana jangka panjangnya diproyeksikan akan memiliki kapasitas pembangkit sampai dengan 33 GW atau setara dengan Rp600 triliun.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT. PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah saat melakukan Safari Ramadan di PT. PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Minahasa, Selasa (26/03/24).

Ia mengatakan, sebelum pembentukan sub holding, kapasitas pembangkit PLN Nusantara Power yang dulunya bernama PT. Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) hanya 7 GW. Dan sejak menjadi sub holding pada 1 Januari 2023, kapasitas yang dimiliki menjadi 18 GW atau setara Rp140 triliun.

“Pada tahun 2025, kapasias yang dimiliki akan bertambah lagi menjadi 23 GW. Dan selanjutnya dalam enam tahun ke depan, atau pada tahun 2030, kapastitas pembangkit yang akan dimiliki PLN Nusantara Power sebesar 29 GW. Kapasitas tersebut akan terus bertambah hingga mencapai 33 GW atau setara dengan 600 triliun,” ujar Ruly di depan karyawan PT. PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Minahasa.

“Kenapa disampaikan seperti itu, artinya kita semua sudah bekerja di industri yg tepat, industri kelistrikan. Sebab listrik akan terus ada sampai kapan pun. Hanya penggerak saja yang berbeda,” kata Ruly yang juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan.

Ia mengatakan, transofrmasi yang dilakukan sejak tahun 2022 menjadi sub holding dari PT. PLN Persero akan memantapkan perusahaan menjadi perusahaan pembangkit listrik terbesar di Asia Tenggara.

Pada Safari Ramadan ini, Ruly mengunjungi PLTA Tanggari II dan PLTA Tonsealama.(jou)