Barometer.co.id-Manado. Tim AARF bandara dan 14 kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) dari 4 kota/kabupaten dan Pemprov Sulut dikerahkan untuk membersihkan airside Bandara Internasional Sam Ratulangi dari abu vulkanik Gunung Ruang, Kamis (01/05/24). Pembersihan ini dilakukan agar penerbangan dapat kembali dilakukan dengan aman.

Damkar yang ikut membersihkan Bandara Sam Ratulangi berasal dari Pemkot Manado, Pemkot Bitung, Pemkot Tomohon, Pemkab Minahasa Utara dan Pemprov Sulut.

“Kami saat ini melakukan gerakan cepat untuk langsung membersihkan sebaran debu yang tertinggal dengan menggunakan kendaraan dan peralatan baik dari tim kami ARRF serta dibantu juga Tim Damkar Pemkot Manado, Pemkab Minahasa Utara, Pemkot Bitung, Pemkot Tomohon dan Pemprov Sulut dengan total kendaraan 14 Damkar”ujar Maya Damayanti selaku General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Sam Ratulangi Manado

Diharapkan dengan adanya penyemprotan fasilitas utama sisi udara dan bantuan penyiraman pesawat di Bandara Sam Ratulangi ini, semua menjadi clear and clean, sehingga pada akhirnya pesawat bisa terbang dan mendarat dengan selamat.

Dampak dari abu vulkanik Gunung Ruang yang sangat tebal sejak Rabu (30/04/2024) mengakibatkan Bandara Sam Ratulangi memperpanjang Notam dengan nomor A1160/24/NOTAMR AII48/24 sampai dengan 24 jam kedepan (2/05/2024).

Langkah ini diambil selain mengingat Gunung ruang masih pada Level 4 (awas) dari PVMBG (Pusat Vulkanik Mitigasi Bencana Geologi) dimana saat ini gunung masih tertutup kabut, dan pantauan dari citra satelit menunjukkan ada asap serta sebaran abu vulkanik dengan arah angin menuju ke barat.
Hasil koordinasi antara PT. Angkasa Pura I dan stakeholder antara lain, Otband wilayah VIII, Airnav Indonesia, BMKG dan Maskapai penerbangan diambil kesimpulan bandara ditutup 24 jam.

Secara dari sisi udara menunjukkan hasil paper test negatif dimana arah angin dominan bergerak kearah barat menjauhi Manado namun kumpulan sebaran debu vulkanik dari kemarin sangat tebal dan masih sangat berbahaya bagi penerbangan sehingga memerlukan waktu juga untuk pembersihan sisi udara yaitu runway, taxiway dan apron.

“Dampak dari operasional tutup ini ada 65 pesawat dan 7.039 penumpang tiba dan berangkat yang terdampak di bandara Sam Ratulangi. Dan sebagian besar penumpang sudah melakukan reschedule dan refund ke masing masing maskapai penerbangannya,” ujar Maya.(jou)