Barometer.co.id-Manado. Basarnas Sulawesi Utara (Sulut) menghentikan operasi pencarian dan pertolongan dua warga yang dinyatakan hilang usai bencana banjir bandang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
“Dua korban atas nama Andres Pianaung dan Leonel Pianaung dinyatakan hilang seiring dengan berakhirnya masa operasi SAR,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado sekaligus Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang di Manado, Senin (19/01/26).
George mengatakan hingga Minggu, 18 Januari 2026 pukul 16.00 WITA, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan kedua korban.
Walaupun, kata dia, upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Seluruh potensi SAR telah dikerahkan dan pencarian dilakukan secara menyeluruh baik di darat maupun pesisir,” katanya.
Sampai dengan batas waktu operasi SAR ditambah tujuh atau 14 hari pencarian, menyesuaikan dengan 14 hari tanggap darurat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro, kedua korban belum berhasil ditemukan.
Penutupan operasi SAR ditandai dengan pelaksanaan apel penutupan tanggap darurat bencana Kabupaten Kepulauan Sitaro dipimpin Bupati Bupat dan diikuti oleh seluruh unsur tim SAR gabungan.
Adapun hasil akhir operasi SAR bencana di Kabupaten Kepulauan Sitaro mencatat 76 orang selamat, 17 orang meninggal dunia, dan 2 orang dinyatakan hilang.
“Basarnas bersama seluruh unsur terkait menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam operasi SAR, serta mengucapkan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang terdampak bencana,” ujarnya.
Hujan deras selama lima jam di Pulau Siau menyebabkan banjir bandang di beberapa permukiman pada Senin (5/1).(ANTARA)
