Barometer.co.id-Manado. Luas panen padi di Sulawesi Utara tahun 2025 mengalami peningkatan tipis 0,79 ribu hektare (ha) atau 1,34% (yoy) dibanding tahun 2024. Namun demikian, produksi padi dan beras justru mengalami penurunan.
Bhayu Prabowo, kepala Bagian Tata Usaha yang mewakili Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Agus Sudibyo saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (01/02/26) mengatakan, pada 2025 produksi padi sebanyak 265,11 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG), turun 8,03 ribu ton atau 2,94% dibanding 2024 yang sebanyak 273,12 ribu ton GKG.
Begitu pula dengan produksi padi yang pada tahun 2025 sebanyak 149,98 ribu ton, turun 4,51 ribu ton atau 2,94% (yoy) dibanding tahun 2024 yang sebanyak 153,48 ribu ton.
Ia mengatakan, perhitungan luas panen padi dibagi dalam tiga subround, yakni Januari-April, Mei-Agustus dan September-Desember. Dari tiga subround tersebut, luas panen terbesar terjadi pada subround I yakni mencapai 22,42 ribu ha, naik 9,09% (yoy) dibanding subround I 2024.
Sementara subround II luas panen padi sebesar 18,98 ribu ha, juga mengalami kenaikan 8,96% (yoy) dibanding tahun sebelumnya yang hanya 17,42 ha. Namun pada subround III luas lahan padi yang sebesar 18,51 ha, mengalami penurunan 12,49% (yoy) dibanding tahun 2024 yang sebesar 21,15 ribu ha.
“Puncak panen padi pada 2025 mengalami pergeseran ke Bulan Maret, dari sebelumnya tahun 2024 terjadi pada bulan September. Luas panen padi pada Maret 2025 adalah sebesar 7,74 ribu hektare, sedangkan pada September 2024 luas panen padi mencapai 8,02 ribu hektare,” kata Bhayu.
Bhayu mengatakan, produksi padi di Sulawesi Utara sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai sekitar 308,12 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP), atau mengalami penurunan sebanyak 9,32 ribu ton GKP (2,94%) dibandingkan 2024 yang sebesar 317,44 ribu ton GKP.
“Produksi padi tertinggi pada 2025 terjadi pada bulan Maret, yaitu sebesar 36,58 ribu ton GKP, dan produksi terendah terjadi pada bulan Januari, yaitu sekitar 15,25 ribu ton GKP,” ujarnya.(jou)



