Barometer.co.id-Manado. Paskah Nasional 2026 akan digelar di Manado pada Rabu, 8 April 2026 jam 9 WITA di pohon kasih Megamas Manado. Ketua Panitia Paskah Nasional 2026, Recky Heskie Langie mengatakan, pelaksanaan Paskah Nasional 2026 di Manado ini merupakan jawaban dari doa dan menjadi kebanggaan warga gereja di Sulawesi Utara.
“Paskah Nasional 2026 Gereja-gereja di Sulawesi Utara ini menjadi jawaban dari doa warga gereja yang menginginkan adanya kegiatan keagamaan berskala nasional di Sulawesi Utara. Dan kini, Paskah Nasional 2026 sudah mendapat legitimasi dari Kementerian Agama. Bahkan Menteri Agama Nasaruddin Umar telah terkonfirmasi akan hadir,” kata Recky saat konferensi pers persiapan Paskah Nasional 2026, Senin (06/04/24) malam.
Selain Menag, utusan khusus presiden, Hasim Djojohadikusumo dan Menteri Perumahan Rakyat Maruarar Sirait juga akan hadir. Selain itu, pejabat-pejabat nasional seperti anggota DPD, DPR dan pejabat serta tamu-tamu nasional lainnya yang jumlahnya lebih dari 100 orang akan hadir pada Paskah Nasional di Manado nanti. Bahkan menurut Recky, pejabat dan tamu nasional bisa mencapai 200 orang.
Ia mengatakan, penggagas utama Paskah Nasional 2026 di Manado ini adalah Hashim Djojohadikusumo yang merupakan utusan khusus sekaligus adik dari Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini menurutnya melibatkan semua denominasi gereja di Indonesia, yakni PGI yang diwakili oleh GMIM, KWI diwakili oleh Keuskupan Manado, serta dari GPdI dan Advent. “Panitia Paskah Nasional 2026 di Manado ini mengakomodasi semua denominasi gereja yang ada di Sulawesi Utara. Empat pemimpin denominasi gereja tersebut juga menandatangani susunan kepanitiaan. Jadi jemaat dan umat yang berada di bawah gereja-gereja tadi juga akan hadir pada Paskah Nasional 2026 nanti,” kata Recky.
Konteks utama Paskah Nasional 2026 di Manado menurut Recky adalah ibadah. “Sebab esensi dari kekristenan adalah Paskah. Paskah mempunyai nilai tertinggi dalam kekristenan, yakni ketika Yesus mati dan bangkit untuk menebus dosa anak manusia. Tanpa kebangkitan maka semuanya sia-sia,” ujarnya.
Selain menggelar ibadah sebagai konteks utama kegiatan ini, nanti juga akan ada pagelaran kebangsaan atau pagelaran budaya nusantara, terutama dari etnis utama yang ada di Sulawesi Utara, yakni Minahasa, Sangir Talaud dan Bolaang Mongondow.
Jumlah jemaat dan umat yang akan hadir pada Paskah Nasional 2026 di Manado menurut Recky diperkirakan mencapai 60 ribu orang. Hal ini mengacu pada jumlah jemaat yang ada di Sulawesi Utara yang sebanyak 10.82. Jika setiap jemaat mengirim 30 orang saja, maka jumlahnya sudah mencapai 30 ribu. Belum lagi ditambah dari GPdI, Katolik dan Advent.
Untuk mengantisipasi jemaat yang tidak tertampung di lokasi utama acara yakni di pohon kasih, panitia menyiapkan delapan buah videotron yang akan dipasang di luar kawasan pohon kasih. Sehingga umat yang berada jauh dari lokasi utama acara tetap dapat mengikuti dan melihat langsung acara yang berlangsung.
Recky mengatakan, demi kelancaran kegiatan yang melibatkan puluhan ribu orang nanti, akan ada rekayasa lalu lintas yang diatur oleh Dirlantas Polda Sulut. Kantong parkir juga sudah disiapkan, mulai dari kawasan Megamas, hingga ke Mantos, Marina, God Bless Park, bahkan di Lion Plaza. “Untuk jemaat yang kendaraannya parkir di luar kawasan megamas, seperti di god bless park atau di Lion, akan ada shuttle bus untuk membawa mereka ke lokasi acara,” katanya.
Persiapan medis juga menjadi perhatian panitia. Setidaknya akan ada 55 ambulance, 1 unit ICU mini dan 3 klinik biasa. “Ambulance dilengkapi dengan peralatan medis, termasuk oksigen dan obat-obatan untuk mengantisipasi jemaat yang memerlukan perawatan medis,” ujar Recky.
Terkait pembiayaan, Recky mengatakan, seluruhnya berasal dari donasi dan tidak ada yang berasal dari APBN maupun APBD. Penggagas acara yakni Hasim Djojohadikusumo menurutnya memberikan donasi yang sangat besar. Selain itu, donasi juga diberikan oleh jemaat gereja termasuk pengusaha di dalamnya, serta beberapa pejabat dan kepala daerah, seperti Walikota Manado, Bupati Minahasa Utara, Walikota Tomohon, Bupati Minahasa, Bupati Minahasa Selatan, Bupati Sangihe, Bupati Talaud dan Bupati Sitaro.
Akhirnya Recky mengatakan Paskah Nasional 2026 di Manado ini akan menciptakan momen kebersamaan dalam situasi global yang tidak menentu. “Melalui Paskah Nasional 2026 di Manado ini kita menyampaikan satu pesan perdamaian atau pesan kasih perdamaian dari Sulut memancar ke seluruh dunia. Jadikan acara ini sebagai momentum kebersamaan. Jadikan Sulut laboratorium kebersamaan sekaligus toleransi beragama,” tutup saudara kembar dari Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Langie ini.(jou)
