Manado-Penerbangan kargo langsungi dari Manado ke Jepang yang akan dilayani oleh Garuda Indonesia mulai 23 September nanti membawa dampak positif bagi industri perikanan di Sulawesi Utara. Ekspor perikanan Sulut ke Jepang yang tadinya harus melalui Jakarta, kini bisa langsung diterbangkan ke Jepang. Hal ini membuat daya saing produk perikanan Sulut meningkat.
Jika ekspor dilakukan melalui Jakarta, maka eksportir perikanan Sulut harus mengeluarkan biaya transport ke Jakarta. Sedangkan jika ekspor dilakukan langsung dari Manado ke Jepang, maka biaya transport ke Jakarta otomatis tidak perlu lagi. “Penghematan biaya ini membuat komoditas perikanan Sulut memiliki daya saing yang lebih baik. Sebab biaya yang harus dikeluarkan eksportir berkurang dibanding sebelumnya,” kata Kepala Bea Cukai Manado, M. Anshar Kamis (17/09).
Selain itu, menurutnya Bea Cukai Manado juga ikut membantu eksportir ikan di Sulut dengan memberikan pelatihan pembuatan dokumen ekspor. “Kami membuka kelas ekspor kepada para eksportir, supaya nantinya mereka dapat membuat sendiri dokumen ekspor yang dibutuhkan, seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) di Bea Cukai serta Health Certificate di Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM),” katanya.(jma) Dengan membuat dokumen ekspor sendiri, maka eksportir tidak perlu lagi menggunakan pihak ketiga dalam pembuatan dokumen tersebut. Hal ini tentu menghemat pengeluaran, sekaligus menambah keuntungan bagi mereka.(jma)
- IWO Sulut Gelar Diskusi Panel Ekonomi, Hadirkan Kepala BPS dan BI Sulut serta Akademisi
- Pertamina Patra Niaga Perkuat Penyaluran LPG 3 Kg di Sulawesi, Tomohon Ketambahan Suplai 46,9%
- Peringati HUT ke-21, LPS Road Show Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Donor Darah di 5 Kabupaten/Kota Sulsel
- Fakultas Pertanian Unsrat Dukung Program Pemerintah, Dorong Hilirisasi dan Benih Unggul Kelapa
- KPK Sita Ratusan Juta Rupiah dari OTT Bupati Bolmong Utara
