Barometer.co.id – Amurang
Kelangkaan Pupuk yang terjadi di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sampai saat ini menjadi perhatian oleh Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Minsel. Hal ini tidak lepas dikarenakan untuk mendapatkan panen yang lebih baik harus mengunakan pupuk.
Menyiasati kelangkaan pupuk namun tetap dapat menghasilkan produk pertanian yang baik atau melimpah diperlukan langkah-langkah. Dimana nantinya dapat menutupi celah sulitnya mendapatkan pupuk, apalagi yang bersubsidi.
Untuk itu KTNA Minsel bekerja sama dengan salah satu perusahaan yang menyediakan produk yang lebih baik dari pupuk biasanya. Produk tersebut digunakan untuk menyuburkan tanah dan menghasilkan panen yang baik dan melimpah.
Produk yang menunjang perihal ini adalah Eco Farming. Eco Farming dapat memberikan kesuburan pada tanaman meski tidak menggunakan pupuk konfensional. Bahkan dapat memberi panen yang berlipat.
“Antisipasi sulitnya mendapatkan pupuk yang sangat penting untuk meningkatkan produk pertanian, kami menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Dari jalinan kerjasama yang kami buat Eco Farming adalah produk yang tepat,” tutur Deany Keintjem selaku Ketua KTNA Minsel.
Dia menyampaikan Eco Farming masih terjangkau harganya. Mempunyai peluang-peluang yang cukup bagus untuk mengantisipasi kelangkaan pupuk. “Selain itu Eco Farming adalah pupuk organik yang juga menjadi tuntutan apabila kita mengadakan Ekspor. Hasil-hasil itu tentu diprioritaskan yang mengunakan pupuk organik, makanya kita untuk memcoba bekerja sama dengan Eco Farming,” ujar Deany Keintjem selaku Ketua KTNA Minsel.
Ditambahkannya lagi, kalau produk ini sebelumnya pernah diuji coba oleh sejumlah petani. Waulapun belum semua mengunakan produk ini, ternyata hasilnya sangat maksimal.
“Kemarin-kemarin kita juga pernah menggunakan beberapa spek dari Eco Farming ini. Karena melihat interaksi pupuk kimia dan pupuk organik ini ternyata hasilnya lebih baik dari panen sebelumnya,”pungkas Keitnjem.
Sementara itu pihak Eco Farming menyampaikan bahwa produk ini dalam 1 tube mengandung 110 miliar mikroba yang siap mengemburkan tanah.
“Eco farming adalah restorasi tanah sehingga sangat membantu para petani untuk menyuburkan atau mengemburkan tanahnya. Sehingga tanaman jenis apapun akan berbuah panen yang bagus dan berkwalitas,”ucap Jawahir Amir Masser dari pihak Eco Farming.(jim)
