Barometer.co.id-Manado. Penurunan harga Bawang Rica Tomat (Barito) dan tarif Angkutan Udara telah mendorong terjadinya deflasi di Kota Manado dan Kota Kotamobagu pada periode Agustus 2022, masing-masing sebesar 0,379 (mtm) dan 0,559 (mtm).

Secara tahunan, inflasi Kota Manado tercatat sebesar 3,854 (yoy), dan Kota Kotamobagu sebesar 3,824 (yoy), berada pada rentang sasaran inflasi nasional yang sebesar 314 (yoy).

Ditinjau lebih detail, pendorong menurunnya IHK Manado dan Kotamobagu pada Agustus 2022 ini adalah dari komponen inflasi bahan makanan yang bergejolak (volatile food) terutama seiring turunnya harga komoditas bawang merah, cabai rawit/rica, dan tomat (Barito), serta inflasi harga yang diatur pemerintah (administered price) dari koreksi komoditas Angkutan Udara. Di sisi lain, inflasi inti mencatatkan kenaikan yang disebabkan oleh berbagai komoditas seperti kebutuhan pribadi, tarif dokter, semen, dan Pendidikan Sekolah Dasar.

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau di Kota Manado memberikan andil deflasi terbesar yaitu -0,349 (mtm), disusul dengan Kelompok Transportasi dengan andil deflasi -0,19 (mtm). Keduanya tercatat lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Dari kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau, komoditas bawang merah, cabai rawit/rica, dan tomat menjadi kontributor deflasi dengan andil masing-masing -0,414 (mtm), -0,0746 (mtm), dan -0,04X (mtm). Tersedianya pasokan dari berbagai sentra produksi bawang merah seperti Kab. Bima (NTB) yang melaksanakan panen secara bersamaan, serta stabilnya permintaan menyebabkan harga komoditas bawang merah menurun.

Di samping itu, beberapa komoditas lain yang juga menyumbangkan deflasi adalah kangkung dan ayam hidup dengan andil -0,034 (mtm). Di sisi lain, dari sub kelompok Tembakau, komoditas rokok putih, rokok kretek filter, dan rokok kretek memberikan andil inflasi sebesar total 0,146 (mtm). Sementara dari Kelompok Transportasi, komoditas angkutan udara juga mencatatkan penurunan harga karena adanya peningkatan frekuensi penerbangan dan himbauan dari Pemerintah untuk menekan tingginya harga tiket pesawat. Di Manado, komoditas angkutan udara memberikan andil deflasi sebesar -0,20X (mtm).

Meski demikian, Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya menahan deflasi Manado yang lebih dalam dengan mencatatkan andil inflasi sebesar 0,104 (mtm) dari komoditas popok bayi sekali pakai/diaper, sabun wajah, dan krim wajah. Fenomena berbeda ditunjukkan oleh Kelompok Pendidikan yang secara historis selalu tercatat meningkat pada bulan Agustus karena dimulainya tahun ajaran baru. Sementara pada tahun 2022, Kelompok Pendidikan di Kota Manado tidak memberikan andil inflasi atau masih tercatat stabil dari periode bulan sebelumnya.

Sama halnya dengan di Kota Manado, Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau di Kotamobagu pun menjadi kontributor utama deflasi dengan andil -0,794 (mtm). Penurunan harga komoditas Barito juga mendorong terjadinya deflasi di Kotamobagu dengan total andil -0,616 (mtm) dari inflasi umum Kotamobagu.

Komoditas lainnya seperti ikan cakalang/ikan sisik, minyak goreng, dan beras juga mengalami deflasi dengan andil masing-masing -0,154 (mtm), -0,104 (mtm), dan -0,054 (mtm).

Di sisi lain inflasi terjadi pada komoditas cakalang diawetkan dengan andil 0,154 (mtm), daun bawang dengan andil 0,114 (mtm), dan telur ayam ras dengan andil 0,034 (mtm). Peningkatan harga telur ayam ras ini juga terjadi secara nasional karena kurangnya pasokan untuk memenuhi peningkatan permintaan.

Selain itu, berdasarkan informasi dari Balai Karantina Pertanian Sulut, komoditas telur ayam ras dari Sulut cenderung mengalir ke luar daerah termasuk Ternate karena selisih harga yang lebih tinggi. Hal tersebut berpotensi menyebabkan berkurangnya pasokan di Sulut. Di sisi lain, Kelompok Kesehatan menahan deflasi lebih dalam dengan mencatatkan inflasi sebesar 0,114 (mtm).

Komoditas yang mendorong inflasi kelompok ini adalah tarif dokter umum. Selanjutnya, satu-satunya komoditas dalam Kelompok Pendidikan yang tercatat inflasi adalah biaya Sekolah Dasar dengan andil 0,054 (mtm).(jm)