Barometer.co.id-Manokwari. Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meresmikan lima proyek strategis nasional di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, pada Sabtu.

Kelima proyek tersebut meliputi peningkatan kapasitas ruas jalan simpang Haji Bauw-Pahlawan, ruas jalan Fajar Roon-Sudjarwo Condronegoro, pembangunan jembatan Pepera 1969 lintas Teluk Sawaibu, pembangunan pasar modern Sanggeng, dan penataan kawasan arena publik Borarsi.

“Tahun ini juga proyek strategis di Manokwari mulai dikerjakan,” kata Wapres.

Ia menjelaskan bahwa kunjungan kerja ke Papua Barat membuktikan Pemerintah Pusat sangat konsen terhadap pembangunan di Tanah Papua.

Upaya tersebut diatur melalui Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Percepatan Pembangunan Papua (RIPPP) Tahun 2022–2041. “Percepatan pembangunan ini dalam rangka otonomi khusus Papua,” ucap Wapres.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti menjelaskan pembangunan pasar modern Sanggeng, dan penataan kawasan arena publik Borarsi akan dikerjakan selama dua tahun (2023-2024).

Pembangunan pasar modern Sanggeng menelan biaya Rp168,2 miliar yang bersumber dari APBN, dengan luas lahan mencapai 2,7 hektare. “Proyeknya sudah lelang dan mudah-mudahan Agustus ini sudah penetapan supaya bisa dimulai,” jelas Diana.

Sesuai arahan Presiden Jokowi, kata dia, konstruksi bangunan pasar mengusung konsep green building (bangunan hijau).

Jumlah los pasar sebanyak 1.016 unit dan kios ada 394 unit yang akan ditempati oleh para pedagang. “Bangunan pasar dilengkapi dengan parkir dan ruang terbuka hijau,” ujar dia.

Selanjutnya, kata dia, penataan kawasan arena publik Borarsi dianggarkan melalui APBN senilai Rp70 miliar. Ruang terbuka publik Borarsi dilengkapi dengan bangunan utama, panggung, tribun, taman plaza dan parkiran.

Ia menjelaskan bahwa permintaan Bupati Manokwari Hermus Indou, bangunan utama ruang terbuka publik dapat dimanfaatkan untuk aktivitas pelaku UMKM.

“Ruang terbuka publik seluas 2,4 hektare sangat representatif untuk kegiatan pemerintah dan masyarakat,” ujar Diana.

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menjelaskan peningkatan kapasitas ruas jalan di Manokwari merupakan upaya pemerintah mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

Pelebaran ruas Jalan Haji Bauw-Pahlawan sepanjang 1,5 kilometer, dan Jalan Fajar Roon-Sudjarwo Condronegoro 1,72 kilometer.

“Kendaraan yang masuk ke Manokwari selaku ibu kota provinsi semakin banyak. Jadi pelebaran jalan ini penting,” tuturnya.

Selain itu, kata dia, pembangunan jembatan Pepera 1969 sepanjang 350 meter yang melintasi Teluk Sawaibu.

Jembatan Pepera merupakan monumen sejarah integrasi Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Jembatan Pepera bisa menjadi lestarikan nilai-nilai sejarah,” ucap Waterpauw.(ant)