Waspada Tim Bridge PON Sulut

Barometer.co.id-Manado. Meski pertandingan yang digelar dalam rangka Pelantikan Pengurus Provinsi (Pengprov) Gabsi Sulut di Lantai 3 Kantor Bupati Kabupaten Minahasa Utara, 19-21 Januari 2024 lalu, belum menjadi ukuran bagi para atlet yang tergabung dalam Tim Bridge PON Sulut, tapi setidaknya para pembina harus waspada.

Sebab, sejumlah pemain proyeksi PON Sulawesi Utara yang tampil pada iven yang digagas Ketua Umum Pengprov Gabsi Sulut, Joune Ganda, seluruhnya tampil buruk, kecuali pasangan campuran Yani Fehr-Milla Angkouw yang menjadi juara di nomor pasangan.

Tim Raewaya Sulut yang dihuni empat atlet proyeksi PON masing masing Mario Mambu, Clif Tangkuman, Tommy Rogi dan Denny Palar, meskipun lolos ke babak final, tapi harus puas di peringkat keempat dari enam finalis.

Atlet atlet papan atas Sulut tersebut justru berada di bawah para atlet yang masih belum banyak bersinar di level nasional seperti Raynaldo Wongkar, Ardiles Wongkar, Joudy Ticoalu, Alfrits Ticoalu dan Ronny Wullur yang tampil dengan Tim Total Energies.

Selain itu, Tim Raewaya yang menurunkan komposisi Mario Mambu,.Clif Tangkuman, Tommy Rogi dan Denny Palar kalah dari Tim Hotmix yang dihuni pemain Sulteng Novri Kaligis dan Jemmy Tugiman) serta satu pemain asal Jatim, Youbert Sumarouw yang berpasangan dengan Fanly Korompis.

Seharusnya, jika sudah masuk dalam tim bayangan PON, meskipun pertandingan terbatas hanya bagi para pemain dari internal Sulut, para atlet perlu menunjukkan permainan terbaik. Sebab ukuran keberhasilan di iven besar seperti PON harus dimulai dari iven kecil.

Artinya, jika para pemain proyeksi PON seperti Rudy Ch Nurhamidin, Bill Mondigir, Tommy Rogi, Denny Palar, Clif Tangkuman, Mario Mambu, Jongky Tumbel, Elvita Lasut, Chresto Lumintang, Rima Mangundap, Yani Fehr, Mila Angkouw, Gladies Yunita Mandang dan Deysi Natalia Tumbelaka harus menunjukkan kemampuan lebih baik dari pemain pemain lokal Sulut yang belum berhasil masuk tim.

Karena itulah, peran para pelatih yang merupakan atlet atlet senior seperti Eddy Manoppo, Robby Lempoy dan John Tumewu serta Yuri Luntungan perlu memberikan motivasi agar dalam setiap kompetisi meskipun hanya bersifat lokal, seluruh atlet yang masuk tim bayangan PON Sulut harus tampil maksimal dan lebih baik dari atlet yang belum terpilih.(dni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *