Barometer.co.id-Jakarta. PT Angkasa Pura I (AP1) menerima penghargaan Airport Excellence (APEX) Partner Special Recognition Awards dari organisasi kebandarudaraan dunia Airports Council International (ACI). Penghargaan dari ACI tersebut merupakan apresiasi terhadap komitmen AP1 dalam mengimplementasikan dan memprioritaskan keamanan bandar udara berstandar internasional melalui Program Airport Excellence (APEX) in Security.

Penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan pada Rabu (22/5) dalam Forum ACI World Annual Global Assembly, Conference, and Exhibition (WAGA) yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi, diserahkan oleh Director General ACI World, Luis Felipe de Oliveira dan diterima oleh Direktur Utama AP1 MMA Indah Preastuty.

“Penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi dari ACI terhadap komitmen dan dedikasi AP1 dalam mengimplementasikan sistem keamanan bandara berstandar internasional melalui penyelenggaraan program APEX in Security. Sebanyak delapan bandara AP1 telah terakreditasi, di mana pelaksanaan APEX in Security di bandara AP1 dilaksanakan sejak tahun 2016 hingga tahun 2024,” ujar Indah Preastuty.

Kedelapan bandara AP1 yang telah melaksanakan APEX in Security adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dan Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan pada 2016, Bandara Juanda Surabaya dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada 2017, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada 2019, Bandara Internasional Yogyakarta Kulon Progo dan Bandara Zainuddin Abdul Madjid Lombok pada 2023, serta Bandara Sam Ratulangi Manado yang akan menyelesaikan program APEX in Security pada September 2024.

Indah Preastuty melanjutkan, AP1 merupakan perusahaan pengelola bandara dengan jumlah bandara terbanyak yang telah mengikuti program APEX in Security di regional Asia-Pasifik. Secara total, sebanyak 12 bandara di kawasan Asia-Pasifik dan 34 bandara di seluruh dunia telah mengikuti program tersebut.

Melalui program APEX in Security, ACI selaku inisiator program melaksanakan review dan asesmen terhadap standar keamanan yang berlaku di bandara, baik dari sisi SDM, fasilitas, dokumen, serta manajemen mutu. Asesmen terhadap standar keamanan tersebut didasarkan atas parameter yang ditetapkan dalam regulasi yang berlaku secara internasional, yakni ICAO Annex dan ICAO Document. Hasil dari asesmen tersebut adalah berupa rekomendasi, sehingga pengelola bandara dapat mengimplementasikan rekomendasi tersebut untuk meningkatkan standar keamanan bandara.

“Standar keamanan bandara merupakan salah satu hal yang menjadi fokus utama AP1 dalam menjalankan bisnis kebandarudaraan. Dengan standar keamanan yang terpenuhi, pemenuhan terhadap standar layanan dan operasional akan optimal, sehingga secara langsung akan berdampak positif terhadap kenyamanan pengguna jasa bandara,” tutup Indah Preastuty.(jou)