Barometer.co.id-Manado. Petani Sulawesi Utara semakin memiliki daya beli yang kuat. Hal ini terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) Sulut pada bulan Juli yang mencapai angka tertinggi yakni 134,92. Angka ini naik 3,51% dibanding bulan Juni yang baru 130,35.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Aidil Adha mengatakan, secara year to date atau sejak Januari hingga Juli, NTP Sulut telah mengalami kenaikan sebesar 12,91%. Sedangkan secara year on year atau dibanding Juli 2024 mengalami kenaikan yang lebih tinggi lagi yakni sebesar 17,50%.

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat daya beli petani, dengan mengukur kemampuan tukar produk yang dihasilkan/dijual petani dibandingkan dengan produk yang dibutuhkan petani baik untuk proses produksi maupun untuk konsumsi rumah tangga petani. Semakin tinggi NTP dapat diartikan kemampuan daya beli atau daya tukar (term of trade) petani relatif lebih baik dan tingkat kehidupan petani juga lebih baik.

Aidil menjelaskan, meningkatnya NTP Sulut pada bulan Juli terutama ditunjang oleh tiga subsektor yakni Tanaman Pangan yang meningkat 1,81%, Hortikultura 18,24% dan Tanaman Perkebunan Rakyat 0,52%. Sedangkan dua subsektor lainnya mengalami penurunan indeks, yakni Peternakan turun 2,12% dan Perikanan -3,41%.

Nilai Tukar Petani Hortikultura kini mencapai 251,91 dibanding bulan sebelumnya 213,05. NTP Tanaman Pangan pada bulan Juli sebesar 112,43 dibanding bulan Juni 110,43 dan NTP Tanaman Perkebunan Rakyat menjadi 127,83 dari sebelumnya 127,16.

Komoditas utama penyumbang naiknya NTP Sulut di subsektor Hortikultura adalah tomat, bawang daun, kentang cabai rawit, kol dan cabai merah. Komoditas tersebut masuk dalam kelompok sayur-sayuran yang mengalami kenaikan indeks yang diterima petani mencapai 21,64%.

Selain itu, di subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, komoditas yang menyumbang naiknya NTP Sulut adalah kelapa, pala biji, kemiri, aren/enau dan kopi. Di Pulau Sulawesi, hanya provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo yang mengalami kenaikan NTP. Sedangkan provinsi lainnya mengalami penurunan.(jou)

Sumber: BPS Sulut