Barometer.co.id-Manado. Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERP) Bank Indonesia Sulawesi Utara pada 19-25 Agustus 2025 berhasil melakukan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat di tiga pulau 3T Sulawesi Utara, yakni Karakitang, Nusa dan Marore di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Di tiga pulau tersebut, Tim ERB berhasil melakukan edukasi kepada lebih dari 350 orang.
Kepala TIM ERB BI Sulut, Raja Alfredo Siregar mengatakan, peserta edukasi merupakan masyarakat setempat, perangkat desa serta pelajar. Dan khusus di Pulau Marore, peserta juga datang dari Bea Cukai setempat.
“Pulau pertama yang kami singgahi adalah Karakitang pada 20 Agustus 2025. Di pulau ini, setidaknya ada 110 peserta yang merupakan masyarakat, perangkat desa dan pelajar SMA mengikuti sosialisasi Cinta Bangga Paham Rupiah,” kata Siregar kepada barometer.co.id, Jumat (29/08/25).
Selanjutnya pada 21 Agustus 2025, Tim ERB singgah di pulau Nusa dan juga melakukan sosialisasi yang diikuti oleh sekitar 110 peserta, termasuk pelajar SMA.
“Hari berikutnya pada 22 Agustus 2025, Tim ERB melanjutkan ekspedisi di Pulau Marore. Peserta edukasi CBP di pulau ini merupakan yang terbanyak yakni hampir 150 orang. Di Pulau Marore ini, selain masyarakat dan perangkat desa, hadir juga beberapa instansi yang ada di pulau ini seperti Bea Cukai. Pelajar yang hadir juga dari SMP dan SMA,” ujar Siregar.
Setelah dari pulau Marore, Tim ERB seharusny melanjutkan ekspedisi ke Pulau Karatung dan Kabaruan. Namun karena kendala cuaca yakni gelombang laut yang tinggi, tim memutuskan untuk kembali.
“Dalam perjalanan dari Pulau Marore ke Pulau Karatung, Komandan Kapal berdiskusi dengan saya selaku ketua Tim terkait kondisi cuaca. Tinggi gelombak saat itu mencapai tiga meter, sehingga kami memutuskan untuk kembali demi keselamatan,” katanya.
Selain melakukan edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah, Tim ERB juga melakukan penarikan uang lusuh dan mengganti dengan uang layak edar. Hal ini dilakukan demi menjaga ketersediaan uang layak edar bagi masyarakat di pulau yang dikunjungi.
Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini merupakan kerja sama antara Bank Indonesia dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Tim menggunakan KRI Sampari-628 dalam menjalankan ekspedisi ini.(jou)