Barometer.co.id-Manado. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Sulawesi Utara memprakirakan pertumbuhan ekonomi Sulut pada tahun 2025 berada di kisaran 5,3%-6,2% (yoy).
“Kinerja perekonomian Sulut pada tahun 2025 diprakirakan menguat dari capaian tahun 2024. Peningkatan akseptasi digitalberpotensi mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi. Selain itu, permintaan produk unggulan Sulut dari pasar global turut menjaga keberlangsungan ekspor sepanjang tahun 2025,” kata Kepala KPw BI Sulut, Joko Supratikto.
Joko mengatakan, ada sejumlah faktor yang menjadi pendorong ekonomi Sulawesi Utara pada tahun 2025 ini. Pertama adalah pemulihan sektor pariwisata yang didukung pembangunan hotel berbintang, pembukaan international direct flight serta aktivasi dan penambahan frekuensi rute domestik. Diketahui, sejak akhir Oktober, Bandara Sam Ratulangi Manado membuka penerbangan langsung dari Bandara Incheon, Korea Selatan.
Kedua menurut Joko adalah pemulihan konsumsi domestik didukung perluasan program MBG, ketiga berlanjutnya pembangunan proyek pembangunan infrastruktur yang bersifat multiyearsseperti preservasi jalan Manado Outer Ring RoadTahap IV dan pembangunan di Pulau Terluar (3T).
Keempat adalah peningkatan konsumsi dan mobilitas masyarakat dalam Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Natal dan Tahun Baru. “Kelima adalah rencana pemberian bantuan bibit 3 komoditas pertanian di Sulut oleh Mentan, yaitu kelapa, kakao, dan pala yang dapat mendorong kinerja Lapangan Usaha Pertanian,” ujar Joko.
Dan keenam adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2025 sebesar 5,99%, turun dibandingkan bulan Februari 2025 sebesar 6,03%.
Sebaliknya menurut Joko ada beberapa faktor yang menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi Sulut. “Pertama dalah perekonomian global diperkirakan masih tertahan seiring dengan gangguan rantai pasok dan eskalasi ketegangan geopolitik. Dan kedua peningkatan impor migas dan non migas seiring dengan perkiraan peningkatan Konsumsi RT,” kata Joko.(jou)
