Barometer.co.id-Manado. Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan Sulawesi Utara pada November 2025 berhasil tumbuh 8,89% (yoy). Pertumbuhan yang cukup baik tersebut membuat Loan to Deposit Ratio (LDR) Sulut ikut membaik.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgo, Robert Sianipar mengatakan, pada November 2025, total DPK Sulut sebesar Rp35,273 triliun, tumbuh 1,19% dibanding periode September 2025. Sedangkan LDR atau rasio pinjaman terhadap simpanan pada perbankan Sulut bulan November sebesar 156,84%. Angka tersebut lebih baik dibanding bulan Desember 2024 yang sebesar 169,53% dan juga lebih baik dibanding bulan September 2025 yang sebesar 157,72%.
Walaupun demikian, LDR perbankan Sulut masih sangat tinggi dan jauh di atas rasio ideal yakni di kisaran 78-92%. LDR perbankan di Sulut juga jauh lebih tinggi dibanding nasional yang sebesar 85,64%. Tingginya LDR di Sulut menandakan DPK yang dihimpun perbankan tidak mampu membiayai permintaan kredit. Di mana pada November 2025, penyaluran kredit di Sulut mencapai Rp55,321 triliun, jauh lebih besar dibanding DPK yang hanya Rp35,273 triliun. Penyaluran kredit di Sulut pada November 2025 tumbuh 4,23% (yoy).
“Tingginya LDR di Sulut bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Sebab bank di Sulut masih bisa mendatangkan dana dari kantor pusatnya untuk membiayai kredit,” kata Robert kepada Barometer.co.id saat Media Gathering OJK Sulutgo, Jumat (05/12/25).
Namun memang Robert mengakui, untuk mendatangkan dana dari luar daerah, ada bunga yang harus dibayar bank di Sulut, walaupun dana tersebut dipinjam dari kantor pusatanya.
Sementara untuk aset perbankan di Sulut, Robert mengatakan pada bulan November 2025 mencapai Rp105,686 triliun. Angka tersebut tumbuh 5,83% (yoy) dan tumbuh 0,89% dibanding September 2025.
Indikator lainnya, CAR bank umum di Sulut 18,36% sedangkan BPR 23,62%. CAR bank umum mengalami penurunan dibanding Desember 2024 yang sebesar 19,31%. CAR pada November juga sedikit lebih rendah dibanding September yang sebesar 18,70%.
Sedangkan CAR BPR mengalami perbaikan dibanding Desember 2024 (23,33%), namun menurun dibanding September yang sebesar 24,05%.
Untuk NPL perbankan di Sulut tercatat sebesar 2,82%, naik dibanding Desember 2024 yang hanya 2,21%, namun turun dibanding September 2025 yang sebesar 2,75%. “Angka NPL di Sulut masih baik dan berada di bawah batas normal,” ujar Robert.(jou)

