Barometer.co.id-Manado. Kota Manado menjadi daerah tujuan investasi terbesar di Sulawesi Utara pada periode Januari sd September 2025. Total realisasi investasi baik PMA maupun PMDN yang masuk ke kota Manado pada periode tersebut mencapai Rp2,80 triliun.

“Realisasi ivestasi di Kota Manado tersebut mencapai 34 persen dari total realisasi investasi Sulawesi Utara pada Januari hingga September yang sebesar Rp8,24 triliun,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara, Joko Supratikto.

Setelah Manado, daerah dengan realisasi investasi terbesar di Sulut adalah Kabuapten Minahasa Utara sebesar Rp2,12 triliun (26%) dan Kota Bitung Rp1,17 triliun (14%). Selanjutnya Kota Tomohon sebesar Rp545 miliar (7%) dan Kabupaten Bolmong Utara Rp509 miliar (6%).

Nilai realisasi investasi di Manado, Minahasa Utara, Bitung dan Tomohon tersebut meningkat dibanding posisi Januari-Juni 2025 (Semester I). Pada Semester I 2025, realisasi investasi di Manado baru Rp1,59 triliun, Bitung Rp1,13 triliun, Minahasa Utara Rp1,08 triliun dan Tomohon Rp278 miliar. Sedangkan realisasi investasi di Bolmong Utara tidak mengalami perubahan.

Joko mengatakan, investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA), terbesar realisasinya di Kabupaten Minahasa Utara yang mencapai Rp1,69 triliun (53%), kemudian Kota Bitung Rp1,04 triliun (32%) dan Kabupaten Bolaang Mondondow Rp266 miliar.

Sedangkan Kota Manado hanya menempati tempat keempat dengan capaian realisasi investasi sebesar Rp157 miliar (5%) diikuti Kabupaten Minahasa Selatan Rp46 miliar (1%).

Namun untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang terbesar di Kota Manado yakni mencapai Rp2,64 triliun (52%), kemudian Kota Tomohon Rp545 miliar (11%) dan Kabupaten Bolmong Utara Rp507 miliar (10%). Selanjutnya adalah Kabupaten Minahasa Utara Rp433 miliar (8%) dan Kabuapten Minahasa Rp250 miliar (5%).(jou)