Barometer.co.id-Manado. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara merencanakan pelebaran jalan ‘Manado Outer Ring Road’ (MORR) I yang kerap kali menjadi sumber kemacetan di ruas tersebut. Anggaran pelebaran jalan ini sebenarnya sudah masuk tahun 2025, namun terkena efisiensi. Dan tahun 2026 ini BPJN akan mengupayakan agar anggarannya masuk.
“Memang terjadi bottle neck di terowongan. Hal itu yang menjadi titik kemacetan,” kata Kasatker PJN Wilayah I, Ringgo Radetyo di Manado, Jumat (30/01/26).
Kondisi eksis saat ini, MORR I terdapat empat lajur, namun menyempit menjadi dua lajur ketika mendekati terowongan.
“Rencananya akan dilebarkan menjadi empat lajur sehingga tidak lagi terjadi kemacetan di waktu-waktu tertentu,” ujarnya.
Sebelumnya, kata Ringgo, telah ada anggaran untuk memperbaiki jalur yang terjadi penyempitan tersebut, akan tetapi ikut terdampak efisiensi anggaran.
“Memang sudah dianggarkan di awal tahun 2025, namun ada efisiensi dan akhirnya ditunda dulu. Di tahun ini kita upayakan bisa masuk,” katanya menambahkan.
Ringgo memperkirakan, anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki dua lajur menjadi empat lajur tersebut akan menelan anggaran sebesar Rp24 miliar.
Sebelumnya, rencana pelebaran jalur MORR I yang menyempit di terowongan sudah diusulkan Kepala BPJN Sulut, Hendro Satrio MK ke Kementerian PUPR kala itu.
Tujuan mengganti terowongan dengan jembatan yang di bawahnya terdapat empat lajur, kata Hendro untuk mengurai kemacetan di Jalan Lingkar Luar Manado (MORR) I.
Kemacetan di MORR I tersebut biasanya terjadi pagi hari saat jam kantor, dan sore hari pada saat warga luar kota pulang setelah jam kerja.
Pengembangan MORR I tersebut nantinya terhubung dengan pembangunan MORR III yang sementara berlangsung dan infrastruktur tersebut menjadi penunjang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.(ANTARA)
