Barometer.co.id-Jakarta. Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syaiful Huda mendorong Kementerian Perhubungan untuk kembali melobi Kementerian Keuangan agar memberi diskon tiket pesawat sebesar 20 persen untuk meringankan beban perjalanan mudik Lebaran 2026.

Dia menilai masih adanya waktu sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026 harus dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi antar kementerian. Ia berharap Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan dapat duduk bersama guna menghadirkan kejutan bagi masyarakat berupa tambahan insentif diskon tarif pesawat tersebut.

“Selagi masih ada waktu, kami berharap kedua kementerian bisa duduk bersama dan memberikan kebijakan yang lebih optimal bagi masyarakat pemudik,” kata Huda di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan terdapat empat komponen biaya penerbangan yang seluruh kewenangannya berada di Kementerian Keuangan, yakni Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tiket, biaya pelayanan bandara, bahan bakar avtur, serta komponen cadangan (sparepart) pesawat.

Komisi V DPR RI pun berharap, melalui koordinasi lanjutan antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Keuangan, besaran diskon tiket pesawat dapat ditingkatkan sehingga semakin meringankan masyarakat yang hendak mudik pada Lebaran 2026 mendatang.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya pada 10 Februari 2026, mengatakan pemerintah meluncurkan program stimulus ekonomi triwulan I untuk memudahkan mobilisasi masyarakat dan menjaga daya beli.

Program tersebut salah satunya meliputi potongan harga tiket pesawat kelas ekonomi sebesar 17-18 persen pada 14-29 Maret 2026.

Adapun kebijakan tersebut berlaku untuk pembelian tiket mulai 10 Februari-29 Maret 2026.(ANTARA)