Barometer.co.id-Manado. Tahun 2025, ekonomi Sulawesi Utara secara kumulatif (c-to-c) mencatat pertumbuhan 5,66% (yoy), menguat dibanding tahun 2024 yang sebesar 5,39% (yoy) dan juga lebih tinggi dari tahun 2023 yang sebesar 5,48% (yoy).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Sulawesi Utara tahun 2025 pun mencapai Rp204,75 triliun, naik dari tahun 2024 yang baru Rp187,37 triliun. Sedangkan PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp113,66 triliun, naik dari tahun 2024 yang sebesa Rp107,58 triliun. Sedangkan nilai ekonomi Sulut.
Dari sisi Lapangan usaha, semuanya mengalami pertumbuhan positif, di mana yang tertinggi di sektor Industri Pengolahan yang berhasil tumbuh 9,97%, kemudian Transportasi dan Pergudangan 9,58% dan Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 8,62%.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Agus Sudibyo menyampaikan, tiga sektor tersebut mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding tahun 2023. Industri Pengolahan bahkan mencatat pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Pada 2024, Industri Pengolahan tumbuh 4,22%
“Pertumbuhan impresif pada lapangan usaha Industri Pengolahan didukung oleh meningkatnya produksi pada subsektor industri kertas dan percetakan, makanan dan minuman, serta barang galian bukan logam. Kinerja subsektor ini menguat seiring naiknya permintaan produk olahan kertas untuk kemasan, produk turunan kelapa dan hasil perikanan, serta peningkatan produksi semen untuk proyek infrastruktur,” kata Agus saat menyampaikan Berita Resmi Statistik (BRS), Kamis (05/02/26).
Begitu juga dengan sektor Transportasi dan Pergudangan yang mencatat pertumbuhan 9,58% (yoy), lebih tinggi dibannding tahun 2024 yang hanya 5,97%. “Pertumbuhan lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat sepanjang tahun 2025, sehingga permintaan terhadap semua moda transportasi, baik angkutan darat, laut, udara, dan penyeberangan tumbuh signifikan,” ujar Agus.
Sedangkan sektor Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh 8,62% sepanjang tahun 2025, juga lebih tinggi dari tahun 2024 yang sebesar 6,71%. “
Pertumbuhan lapangan usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum didorong oleh makin berkembangnya kuliner di Sulawesi Utara mulai dari restoran, kafe, warung makan, street food, serta food truck yang menjadi daya tarik masyarakat. Selain itu, Implementasi Program MBG serta tingginya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara juga menjadi penopang tingginya permintaan di sektor ini,” jelas Agus.
Sumber pertumbuhan tertinggi pada tahun 2025 adalah sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan sebesar 1,14%. Sektor dengan share paling besar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut yakni 20,78%, tumbuh 5,79% pada tahun 2025
Sumber pertumbuhan tertinggi berikutnya adalah Industri Pengolahan (share 11,13%) dengan andil 1,06%, serta Transportasi dan Pergudangan (share 11,80%) sebesar 0,82%.(jou)

