Barometer.co.id-Manado. Ekonomi Sulawesi Utara pada triwulan IV tahun 2025 berhasil tumbuh 5,95% (yoy) dibanding triwulan IV tahun 2024. Pertumbuhan tersebut menguat dibanding triwulan sebelumnya yang sebesar 5,39%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Agus Sudibyo mengatakan, dari sisi Lapangan Usaha, semuanya berhasil tumbuh positif dan tidak ada lapangan usaha yang tumbuh negatif. “Lapangan Usaha yang tumbuh paling tinggi adalah Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yakni sebesar 20,67 persen dan Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh 12,46 persen,” kata Agus saat menyampaikan rilis, Kamis (05/02/26).

Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan yang merupakan kontributor terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut sebesar 19,75%, tumbuh 3,02% (yoy). Angka tersebut melambat dibanding triwulan sebelumnya. Bahkan dalam tiga triwulan terakhir trennya terus menurun. Hal ini pun menjadi perhatian Agus Sudibyo yang merupakan Kepala BPS Sulut yang baru.

“Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan harus menjadi perhatian kita bersama. Harus dilihat apa yang menyebabkan Lapangan Usaha ini terus mengalami perlambatan pertumbuhan sejak triwulan II tahun 2025,” ujar Agus yang didampingi Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sulut, Reza Dotulong.

Sebab dengan share terhadap PDRB Sulut yang mencapai 19,75%, maka perlambatan pertumbuhan ini akan mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Utara. Pada triwulan I-2025, Lapangan Usaha ini masih tumbuh sangat kuat yakni mencapai 7,82%, Namun kemudian melemah pada Triwulan II-2025 6,75%, melemah lagi pada triwulan III-2025 5,74% dan pada triwulan IV-2025 kembali melemah di angka 3,08%.

Di pihak lain, Agus menyampaikan pada triwulan IV-2025, ekonomi Sulut digerakkan oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomidasi dan Makan Minum serta Transportasi dan Pergudangan. “Event-even di akhir tahun dan adanya Natal dan Tahun Baru, sangat berdampak terhadap mobilitas penduduk, sehingga pertumbuhan secara year on year tumbuh paling tinggi,” jelas Agus.

Sumber pertumbuhan terbesar pada Triwulan IV tahun 2025 yaitu Transportasi dan Pergudangan sebesar 1,10%, kemudian Industri Pengolahan 0,94%, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,86%. Sementara Pertanian hanya menyumbang 0,59% terhadap pertumbuhan ekonomi Sulut pada triwulan IV tahun 2025.(jou)