Barometer.co.id-Manado. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulawesi Utara, Jimmy Ringkuangan menyebutkan pemerintah provinsi siap siaga mengantisipasi dampak musim kemarau.

“Pentingnya kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang sesuai dengan data BMKG,” kata Jimmy di Manado, Senin (20/04/26).

Dampak kekeringan yang berkepanjangan, kata dia, adalah ketahanan pangan, ketersediaan air, serta kebakaran hutan dan lahan.

“Ini harus diantisipasi bersama termasuk peningkatan kebutuhan akibat aktivitas ekonomi dan masuknya wisatawan,” ujarnya.

Pemprov Sulut, kata dia, telah melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan dinas terkait serta pemerintah kabupaten/kota dan pusat guna memastikan langkah antisipatif berjalan optimal.

Ketersediaan pangan sampai saat ini, kata dia, tercukupi, namun perlu diantisipasi dengan semakin meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke provinsi berpenduduk lebih 2,6 juta jiwa tersebut.

“Kami sudah merancang, berkoordinasi dengan dinas pangan, dinas pertanian, dan perkebunan. Kadis Pertanian Sulut menyurati bupati dan wali kota berkaitan dengan surat edaran gubernur agar menyikapi dan mengantisipasi persoalan kekeringan dengan stok pangan,” katanya menambahkan.

Pemerintah provinsi melalui dinas teknis mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan stok air dan pompanisasi.

Jimmy Ringkuangan menambahkan, selain kebutuhan air dan ketahanan pangan pemerintah juga mengantisipasi soal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi dengan dinas kehutanan dan BPBD menyediakan mesin pompa air di daerah potensial rawan kekeringan dan kebakaran.(ANTARA)