Barometer.co.id-Manado. Pemerintah Kota (Pemkot) Manado menanggapi laporan SETARA Institute terkait Indeks Kota Toleran (IKT) tahun 2025 yang diumumkan Rabu (22/04/26). Pemkot Manado melalui Sekretaris Daerah Kota (Sekkot), dr Steaven Dandel meminta SETARA Institue untuk menyampaikan indikator yang digunakan dalam menentukan Indeks Kota Toleran 2025.
“Saya hadir dalam acara tersebut. Dan saya tanyakan langsung apa indikatornya, tapi mereka tak bisa menjawab,” kata Dandel, Kamis (23/04/26).
Diketahui, Kota Manado tidak lagi masuk dalam 10 besar kota paling toleran tahun 2025. Namun justru beberapa daerah yang pernah viral karena adanya aksi penolakan aktivitas ibadah yang dilakukan oleh warga minoritas, masuk dalam 10 besar seperti Bekasi dan Sukabumi.
10 besar kota dengan IKT 2025 tertinggi menurut SETARA Institute yaitu, Salatiga, Singkawang, Semarang, Pematang Siantar, Bekasi, Sukabumi, Magelang, Kediri, Tegal, dan Ambon.
Dandel mengatakan, ia masih menunggu jawaban yang diminta terkait apa saja indikator yang dirilis SETARA Institute. “Kita masih menunggu apa alasan Manado keluar (dari 10 besar),” ujarnya.
Penilaian SETARA Institute menurut Dandel terlihat hanya dari sisi anggaran. Jika demikian, otomatis Kota Manado tidak akan masuk dalam penilaian bila mana hanya berdasarkan anggaran.
Sebab, Kota Manado pada tahun 2025 tak bisa mencairkan dana hibah untuk FKDM dan FPK dikarenakan harus berhati-hati supaya tak berimplikasi hukum.
Dan hal itu sangat disayangkan. Sebab penilaian tidak melihat dari realitas toleransi yang terjadi.(*/jou)
