Barometer.co.id-Manado. Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapatkan dana bantuan dunia untuk implementasi program penurunan emisi dari deforestasi dan kerusakan hutan (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation/REED).
“Kami menerima bantuan pemerintah pusat ada sekitar Rp6,1 miliar untuk Program REED tersebut,” kata Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Sulut Rainer Dondokambey pada diskusi engan komunitas Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) di Manado, Selasa (36/05/26).
Rainer menyebutkan pemerintah provinsi bukan pengguna dana melainkan pemanfaat dana bantuan berdasarkan proposal kegiatan yang akan dilakukan.
Program yang diusulkan tersebut, kata dia, berdasarkan Indikator Kinerja Utama (IKU) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut.
“Jadi kita susun, lalu dimasukkan ke Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan. Kita dikasih Rp6,1 miliar, itu luar biasa,” katanya.
Terkait dengan upaya rehabilitasi kawasan hutan, kata dia, Pemprov Sulut melalui Dinas Kehutanan juga berharap mendapatkan insentif dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Program Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030.
Dinas Kehutanan Provinsi Sulut, kata dia, telah menyusun proposal dan dimasukkan ke pemerintah pusat untuk mendukung program rehabilitasi dan pengamanan kawasan hutan.
“Mudah-mudahan ini bisa didapatkan, bisa direstui dan diberikan oleh Kementerian Kehutanan. Ini yang kami lakukan,” ucap Kepala Dishut Sulut Reiner Dondokambey.
Dalam pengamanan kawasan hutan, pihaknya juga berkolaborasi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) melalui kegiatan Smart Patrol yang diinisiasi Wildlife Conservation Society (WCS).(ANTARA)
