Barometer.co.id-Manado. Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara pada Triwulan II tahun 2026 secara tahunan mengalami perlambatan dibanding triwulan sebelumnya. Pada Triwulan II tahun 2026, Ekonomi Sulut tumbuh 5,42% (YoY), sementara pada triwulan sebelumnya, mampu tumbuh 5,54% (YoY). Sedangkan dibanding triwulan sebelumnya, ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 5,53% (q-t-q).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, Watekhi mengatakan, dari sisi Lapangan Usaha, sektor yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Jasa Kesehatan sebesar 15,47%, kemudian Jasa Pendidikan 12,38% dan Jasa Lainnya 8,58%. “Tiga sektor tersebut mengalami pertumbuhan yang menguat dibanding triwulan sebelumnya,” kata Watekhi saat menyampaikan rilis, Rabu (05/08/26).

Dari sisi Lapangan usaha, perlambatan ekonomi Sulut terutama karena melambatnya pertumbuhan di empat sektor dengan share terbesar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut, yakni Pertanian; Perdagangan; Industri Pengolahan. Bahkan sektor Transportasi dengan shrare terbesar keempat mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif.

Sektor dengan share terbesar pada PDRB Sulut, yakni Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (20,48%), tumbuh 4,68% (YoY), sementara pada Triwulan I Tahun 2026 mampu tumbuh 5,43% (YoY).

Kemudian sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 2,09% (YoY) dibanding triwulan sebelumnya 4,88% (YoY) dan sektor Industri Pengolahan hanya tumbuh 4,03% (YoY) dari sebelumnya 7,53%. Bahkan sektor Transportasi dan Pergudangan mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif pada triwulan II/2026 yakni -0,53% (YoY), padahal di triwulan sebelumnya tumbuh cukup tinggi 9,96% (YoY).

Watekhi mengatakan, sumber pertumbuhan tertinggi disumbang oleh sektor Pertanian sebesar 0,94%, Konstruksi 0,85%, Jasa Kesehatan 0,78%, Administrasi Pemerintahan 0,50% dan Informasi dan Komunikasi 0,46%.(jou)