Barometer.co.id-Manado. Jumlah penumpang di Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado pada bulan April 2026 tercatat sebanyak 157.452 orang. Jumlah tersebut turun 15,93% dibanding bulan Maret yang sebanyak 187.279 orang. Namun jumlahnya sediki lebih banyak dibanding April 2025 yang sebanyak 156.976 penumpang.
General Manager (GM) PT. Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko mengatakan, ada beberapa penyebab turunnya penumpang pada April.

“Pertama, pada bulan Maret terdapat libur panjang Idul Fitri, Nyepi dan cuti bersama sehingga terjadi trafik yang tinggi. Sementara pada bulan April tidak ada libur panjang, dan kemungkinan masyarakat menunggu bulan Mei saat ada libur panjang seperti pada minggu ini,” kata Radityo yang akrab disapa Oki kepada Barometer.co.id, Jumat (15/05/26).
Selain itu, harga tiket yang mulai naik di bulan April akibat harga avtur yang naik menurut Oki juga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Hal ini ikut menyebabkan penumpang di bulan April turun dibanding Maret.
Penurunan penumpang di bandara Sam Ratulangi Manado terjadi pada penerbangan domestik maupun internasional. Untuk domestik, penumpang di bulan April sebanyak 129.780 orang, turun dibanding bulan Maret yang sebanyak 154.398 orang. Begitu juga dengan penerbangan internasional, di mana pada bulan April jumlah penumpang 27.672 orang, sedangkan pada bulan Maret mencapai 32.881.
Pergerakan pesawat di bulan April juga mengalami penurunan yakni 1.627 di Bulan April, sementara di bulan Maret mencapai 1.848 pergerakan. Untuk domestik pada April 1.375 sedangkan di bulan Maret pergerakan sedangkan internasional 252
Oki mengatakan, untuk penerbangan internasional, Bandara Sam Ratulangi Manado cukup dipengaruhi oleh Tenaga Kerja Asing (TKA). Dan pada bulan April terjadi penurunan TKA China, sehingga berpengaruh terhadap penumpang internasional secara keseluruhan.
“Biasanya di bulan Juni sudah naik kembali sampai dengan Agustus, kemudian turun lagi di bulan September dan Oktober,” jelas Oki.
Saat ini ada beberapa maskapai Indonesia yang melayani penerbangan charter ke China, seperti Lion Air, TransNusa dan terakhir Garuda Indonesia. Selain itu ada juga maskapai dari China, seperti China Southern Airlines dan Lucky Air.
“Garuda Indonesia melayani penerbangan charter ke Guangzhou dua kali seminggu,” ujar Oki.
Sedangkan penerbangan reguler internasional di Bandara Sam Ratulangi Manado yakni Scoot yang melayani rute Singapura-Manado pp dan Eastar Jet, Seoul Incheon International Airport, Korea Selatan-Manado.(jou)

