Barometer.co.id-Manado. Transaksi saham yang dilakukan investor di Sulawesi Utara mengalami penurunan sejak terjadinya gejolak di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada beberapa bulan terakhir. Di bulan Mei 2026, transaksi yang dilakukan investor saham di Sulut turun hingga 20% dibanding April.
Penurunan tersebut setidaknya dirasakan oleh dua dari sembilan perusahaan sekuritas yang memiliki kantor cabang di Sulawesi Utara, yakni PT BNI Sekuritas dan PT MNC Sekuritas.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Utara Gorontalo, Mario Iroth mengatakan, ada sembilan perusahaan sekuritas yang memiliki kantor cabang di Sulawesi Utara. Namun dari sembilan sekuritas tersebut, hanya BNI Sekuritas dan MNC Sekuritas yang masih melakukan transaksi manual dan online lewat aplikasi. Sedangkan tujuh perusahaan sekuritas lainnya sudah sepenuhnya online lewat aplikasi.
“Karena BNI Sekuritas dan MNC Sekuritas masih menjalankan transakasi manual di samping lewat aplikasi, maka mereka mempunyai data terkait nilai transaksi investor di Sulut,” kata Mario kepada Barometer.co.id, Jumat (05/06/26).
Kepala Kantor Cabang Manado PT BNI Sekuritas, Susan Mengko mengatakan, gejolak di bursa saham juga dialami oleh investor di Sulut. Hal tersebut terlihat dari jumlah transaksi yang mengalami penurunan.
“Pada bulan Mei 2026, transaksi saham yang dilakukan investor kami mengalami penurunan hingga 20 persen dibanding bulan April. Namun demikian, pada awal Juni ini, transaksi sudah mulai mengalami peningkatan, sehingga penurunan sudah lebih kecil, yakni sekitar sembilan persen,” katanya.
Hal yang sama disampaikan Kepala Kantor Cabang Manado PT MNC Sekuritas, Yansen Sumual. “Kami juga mengalami penurunan transaksi sekitar 20 persen pada bulan Mei 2026,” katanya.
Namun demikian ia mengatakan, secara total, nilai transaksi tahun 2026 ini, dari bulan Januari hingga Mei sudah jauh lebih besar dibanding periode yang sama tahun 2025. “Bahkan total transaksi dari Januari hingga Mei 2026 sudah mencapai 80 persen dari total transaksi sepanjang tahun 2025,” ujarnya.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan BEI Sulawesi Utara Gorontalo, Viscount Kotambunan mengatakan, investor pasar modal di Sulut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “Sampai April 2026, total investor di Sulawesi Utara telah mencapai 203.920 investor. Jumlah ini jauh lebih banyak dibanding April 2025 yang baru 120.131 investor,” katanya.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini memang sedang mengalami penurunan. Pada Jumat sore, IHSG ditutup pada 5.594,76, melemah 4,20% atau -245,02 poin.(jou)
