Barometer.co.id-Manado. Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, Sulawesi Utara, mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah secara sembarangan guna mencegah terjadi kebakaran lahan dan bangunan saat musim kemarau panjang.
“Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah di lingkungan tempat tinggal maupun di ruang terbuka,” kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Manado Leon Piri, di Manado, Rabu (07/10/26).
Dia mengatakan aktivitas tersebut dinilai dapat menghasilkan asap dan polutan yang berpotensi memperburuk kondisi udara, karena saat ini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus terjadi.
Selain pembakaran sampah, Pemkot Manado juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Kegiatan tersebut dapat menimbulkan asap dalam jumlah besar, terlebih jika dilakukan saat kondisi cuaca panas dan kering.
“Kami imbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, apalagi membakar untuk membuka lahan,” kata Leon.
Menurut Leon, kebiasaan membakar sampah dan aktivitas pembakaran lahan dapat memberikan dampak terhadap kualitas udara di Kota Manado, karena itu, masyarakat diharapkan ikut berperan dalam menjaga lingkungan dari sumber-sumber polusi.
Pemkot Manado mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dengan cara yang lebih aman dan tidak menimbulkan asap. Warga juga diharapkan menghindari aktivitas pembakaran, terutama ketika kondisi udara sedang kurang baik.
Imbauan ini, katanya, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan Kota Manado. Dengan mengurangi aktivitas pembakaran sampah dan lahan, kualitas udara di wilayah perkotaan diharapkan tetap terjaga baik.
Kadis Damkar Manado Jimmy Rotinsulu mengatakan telah melakukan penanganan terhadap 560 kejadian kebakaran yang terjadi di wilayah Kota Manado sepanjang periode Juni hingga September 2026.
“Total terdapat 560 titik kebakaran yang ditangani petugas, termasuk sejumlah kejadian yang membutuhkan bantuan pemadaman,” kata Jimmy Rotinsulu.
Dengan tingginya jumlah kejadian tersebut, Damkar Manado mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering.
Masyarakat diminta memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran secara sembarangan.(ANTARA)
